kekurangan volume pada Jalan Aspal Langara , diduga ada penyalahgunaan wawenang

  • Whatsapp
Foto goole
Foto goole
            Ilustrasi (Foto : Google)

LANGARA WN-pada tahun 2016 pemerintah konawe kepulauan(Konkep ) mengadakan proyek  peningkatan  jalan aspal ruas Langara kecamatan wawonii barat ,  Proyek yang dikerjakan PT FSS, bernilai kontrak Rp 4,1 miliar lebih  itu nampaknya mengalami kekurangan volume aspal.

bagaimana  tidak , berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi Sulawesi Tenggara pada 7 April 2017 menemukan kejanggalan. pemeriksaan yang dilakukan bersama PPTK dengan melakukan pengujian pengukuran panjang, lebar, dan ketebalan aspal ditemukan perbedaan dengan kontrak, seperti volume aspal terpasang 614,10 ton sedangkan volume berdasarkan kontrak 663,61 ton dengan harga satuan untuk pekerjaan aspal adalah senilai Rp 1.777.65,99/ton. Sehingga kekurangan volume aspal terpasang  senilai Rp 88.545.244,10 (49,81 tonxRp 1.777.659,99).

Bacaan Lainnya

Dengan nomor kontrak 620/02.09/SP/PPPJJK/DPU-KONKEP /2016 tertanggal 13 Juli 2016, jangka waktu pengerjaan proyek yang ditetapkan   mulai 8 Juni sampai 4 Desember 2016. Berjalan waktu, pelaksanaannya dilakukan tambah/kurang (contract change order) sesuai nomor 620/05.09/SP /ADD AMN /PPPJJK/DPU -KONKEP /2016 tanggal 5 November 2016 pekerjaan tersebut dinyatakan selesai seperti mana yang dinyatakan melalui berita acara pertama.

Menyahuti dari hal demikian kordinator pusat kajian hukum dan Anti korupsi (PUKHAS ) Sulawesi tenggara (Sultra ) Risman mengatakan ,sepertinya ada penyalahgunaan wewenang sebab , ” kalau kita mengacu berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukannya oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) RI Sulawesi tenggara , dengan temuan temuan yang ada dan kita sandingkan pernyataan melalui berita acara pertama yang dimana pada tanggal 5 November 2016 pekerjaan tersebut dinyatakan selesai nampaknya ada kongkalingkong , sebab berita acara dan hasil pemeriksaan BPK itu tidak singkron , ” jelas Risman , Sabtu (30/9/2017) .

” Dampaknya tentu, mempengaruhi kualitas jalanan yang dilalui masyarakat setempat Dan pengguna jalan lainya , ” kata risman .

Risaman juga mengungkapkan ,hal ini bakal tetap dikawalnya sampai diadakannya pemeriksaan kembali , ” kami akan tetap kawal hal tersebut sampai pada pemriksaan dan laporan kami juga sudah siap masuk ke Polda apabila  dalam waktu dua  Minggu pihak Polda tidak melakukan penyidikan maka kami akan tetap melakukan upaya upaya lain baik itu melakukan demonstrasi dan upaya upaya sebagainya , ” tandasnya .

Laporan :Aldi Dermawan

Pos terkait