Tiga Ratus Lebih Anak Di Konkep Putus Sekolah,Ini Sebabnya!

  • Whatsapp
sosialisasi pendidikan keluarga Tri Sentra pendidikan formal dan nonformal(Foto:Aldi Dermawan/WN)
sosialisasi pendidikan keluarga Tri Sentra pendidikan formal dan nonformal(Foto:Aldi Dermawan/WN)
sosialisasi pendidikan keluarga Tri Sentra pendidikan formal dan nonformal(Foto:Aldi Dermawan/WN)

LANGARA WN-Hasil dari sosialisasi pendidikan keluarga pada 62 kepala satuan pendidikan dan 28 unsur pendidikan dengan tema membangun sekolah,keluarga dan masyarakat tri sentra melalui program pendidikan formal dan nonformal.pada pendidikan nonformal yang dimaksud adalah pembinaan serta ikut serta dalam dunia pendidikan.

untuk memperkuat ekosistem pendidikan di kabupaten konawe kepulauan(Konkep) perlu adanya kerja sama antara sekolah dan keluarga serta masyarakat,”jika adanya kemitran di tri sentra ini melalui program pendidikan yang dikemas maka akan terbentuk sistim belajar yang kondusif disekolah .mengapa demikian,sebab masing masing pihak bakal memberikan respon positif peran dan kontribusi masing masing kearah pengendalian pendidikan ,”kata kepala bidang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal konkep Sakaria Rasjid.

Bacaan Lainnya

dalam penyelenggaara program tri sentra pendidikan formal dan nonformal itu,dibagi menjadi empat klasifikasi tingkatan,”tingkat pertama kami melakukan sosiliasasi kepada seluruh kepala satuan pendidikan mulai dari kepala sekolah PAUD,kepala sekolah Menengah Pertama(SMP)serta seluruh unsur pengawas di konkep,”jelasnya kamis,(19/10).

kata dia,pendidikan nonformal yang dimaksud adalah jalur pendidikan seperti misalnya,pusat kegiatan belajar masyrakat(PKBM),”serta ada namanya sanggar belajar msyarakat,inilah yang dinamkan pendidikan nonformal,”ucapnya.

“pada proyek perubahan ini, kami mengadakan kegiatan pembinaan pada anak usia dini di era digital,kami khawatir terkait meraja lelahnya saat ini hendpone,smartfone khawatirnya kami jika era digital ini memberikan dampak negatif terhadap anak,olehnya itu orang tua disini yang harus betul betul membibing anak dalam pemanfaatan smartfone.sehingga perlu adanya komitmen antara pihak sekolah dan orang tua terkait bagaimana pemanfaatan smartfone terhadap anak,”terangnya.

dijelaskanya berdasarkan akomulasi data pada tahun 2017 ini jumlah anak di kabupaten koanwe kepulauan yang putus sekolah sebanyak tiga ratus sepuluh,”setelah di identifikasi penyebabnya 90 persen itu menikah di usia dini,ini adalah bukti kelemahan kita dalam pembinaan terhadap anak serta indikator lainya adalah paktor ekonomi,”tegasnya.

“himbauan kami perlu adanya kerja sama dan keselarasan anatara kelaurga ,masyarakat dan sekolah dalam rangka membantu bersama dalam dunia pengawasan pendidikan ,”tandasnya.
sasaran pada proyek tri sentra ini bukan hanya mengikat PAUD saja,”tetapi seluruh jenjang pendidikan dikonkep terkecuali tingkat Sekolah Menengah Atas(SMA)sudah bukan kewenangan kami itu kewenangan provinsi sulawesi tenggara (Sultra) untuk lembaga PAUD saat ini sudah ada 36 lembaga hanya saja masih 14 lembaga yang sudah terakreditasi,sisanya masih dalam proses,harapanya di tahun 2018 mendatang 90 persen sudah harus terakreditasi,”ujarnya.

“untuk proyek perubahan ini kami memilih tiga sekolah sebagai logos dari proyek perubahan diantaranya SMPN 1 SDN 4 dan salah satu PAUD di kabupaten konawe kepulaun .tujuan pada sosialisasi ini kita lakukan untuk mengantisipasi terhadap perlakuan menyimpang terhadap anak seeperti yang terjadi saat ini kenakalan remaja contohnya penyalah gunaan obat terlarang,”jelas dia.

sosialisasi yang di buka langsung oleh Wakil Bupati Konkep di balai desa lamoluo kecamatan wawonii barat,Andi Muhammad Lutfi pada kesempatanaya mengatakan menyambut baik atas program tri sentra pendidikan melalui pendidikan keluarga di satuan pendidikan sebagai upaya mewujudkan generasi hati emas .

 

 

Laporan:Aldi Dermawan

Pos terkait