ASN di Konkep Bermental Malas

  • Whatsapp


LANGARA, WN – Melihat mental Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang kian hari kian malas, Wakil Bupati Andi Muhammad Lutfi emosi. Amarah Andi Muhammad Lutfi tak terbendung lagi. terlihat saat memimpin apel pagi yang pesertanya tidak mencapai 50 orang.

Kata dia, mereka yang hadir kebanyakan honorer Polisi Pamong Praja, sedangkan para ASN yang jumlahnya lima ratusan orang terhitung hanya ada beberapa orang.

Bacaan Lainnya

Usai marah-marah saat pimpin apel pagi, Andi Lutfi bergeser mengecek langsung para pegawai di tiap-tiap kantor. Dengan memilih ke kantor Dinkes, RSUD, Perikanan dan kantor Keuangan.

“Ini juga kantor Dinkes ASN yang ada berjumlah 30 orang tapi yang hadir cuman lima orang. Kemudian yang tugas luar paling 7 orang, terus sisanya kemana. Bagaimana daerah mau maju kalau begini sikap kita yang selalu pelihara sifat jelek berupa malas, ” ucapnya, Senin (11/12/2017).

Kondisi kemalasan pegawai di Dinkes tak jauh berbeda dengan pegawai di RSUD sama-sama malasnya. Kemarahan Andi Lutfi memuncak ketika tiba di kantor Badan Keuangan Daerah, dimana harusnya para pegawai siap di tempat melayani masyarakat, malah tak ada ditempat. Di lokasi kantor terlihat para kontraktor berada luar ruangan untuk menyetor berkas namun, di dalam ruangan tidak ada pegawai yang siap memproses.

“Kasian sekali daerah ini, kenapa instansi sentral yang jadi jantung pembangunan tapi malah pegawainya malasnya minta ampun. Kenapa pegawainya belum masuk, apa mereka masih di kapal feri, memangnya mereka berkantor di kapal. Daerah kita akan terbelakang terus kalau begini model mental kita, ” ungkapnya dengan nada emosi.

Ditambahkanya, sangat miris melihat ini semua, kata dia, data yang dipegangnya akan menjadi rujukan pembayaran Tunjangan Pengahasilan Pegawai (TPP).

“Bulan ini TPP harus lewat di meja saya, saya akan memanggil secepanya para Kepala Dinas untuk menekankan disiplin bahkan bulan depan absen sidik jari berlaku empat kali,” jelasnya.

 

 

Laporan: Imam Pardi

Pos terkait