Absen Finger Frint Jadi Obat Tidur Jendral PNS di Konkep

  • Whatsapp
Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi (Foto: Imam Pardi/WN)
Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi (Foto: Imam Pardi/WN)
Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi (Foto: Imam Pardi/WN)

LANGARA, WN – Berdasarkan keterangan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Cecep Trisnajayadi bahwa tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah mencapai maksimal, hal itu diungkapkanya pada senin (21/10/2017) lalu.

“Saya peracaya dengan adanya absen finger frint (Sidik Jari) tingkat kehadiran atau disiplin ASN di Konkep bakal maksimal,” ucap Cecep sang jendral PNS.

Bacaan Lainnya

Dengan Absen sidik jari yang dipercayainya mampu mendisplinkan anggotanya di lingkup pemerintah Daerah, itu terbantahkan dengan dilakukanya sidak pada senin (11/12/2017) oleh wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi.

Pada sidak tersebut, Andi mendapatkan hampir seluruh Instansi yang ada, kosong melompong. Diantaranya, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah serta Badan Keuangan Daerah.

“Ini juga kantor Dinkes pegawainya berjumlah 30 orang tapi yang hadir cuman lima orang. Kemudian yang tugas luar paling 7 orang, terus sisanya kemana. Bagaimana daerah mau maju kalau begini sikap kita yang selalu pelihara sifat jelek berupa malas,” Jelas Andi Muh Lutfi dengan nada tinggi.

Kondisi kemalasan pegawai di Dinkes tak jauh berbeda dengan pegawai di RSUD yang sama malasnya.

Kemarahan Andi Lutfi memuncak ketika tiba di kantor Badan Keuangan Daerah, dimana harusnya para pegawai siap di tempat melayani masyarakat, malah tak ada ditempat. Di lokasi kantor terlihat para kontraktor berada luar ruangan untuk menyetor berkas namun, di dalam ruangan tidak ada pegawai yang siap memproses.

“Kasian sekali daerah ini, kenapa instansi sentral yang jadi jantung pembangunan tapi malah pegawainya malasnya minta ampun. Kenapa pegawainya belum masuk, apa mereka masih di kapal feri, memangnya mereka berkantor di kapal. Daerah kita akan terbelakang terus kalau begini model mental kita,” Kata dia, Pada salah seorang pegawai keuanagan.

 

 

Laporan: Imam Pardi

Pos terkait