​​​​Asbullah: Kejayaan Warga Wawo Indah Melalui Pertanian Wawonii Harus di Kembalikan

  • Whatsapp
Kepa Desa Wawoindah Kecamatan Wawonii Tengah (Dok/WawoniiNews.com)
Kepa Desa Wawoindah Kecamatan Wawonii Tengah (Dok/WawoniiNews.com)
Kepa Desa Wawo indah Kecamatan Wawonii Tengah (Dok/WawoniiNews.com)
LANGARA,  WN – Desa Wawo Indah yang artinya indah di atas memiliki filosofi nama yang memiliki semangat pembangunan yang selalu mengedepankan nilai-nilai keindahan.
 Desa ini satu-satunya desa di pulau Wawonii yang dihuni warga transmigrasi dari suku Jawa,  Flores dan Bali.  Tiga agama yakni Islam,  Kristen dan Hindu hidup berbaur penuh kedamaian.
Mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Warga transmigrasi ini pertama kali masuk pulau Wawonii tahun 1992 dan terbilang sukses di bidang Pertanian.  Namun dalam perjalanannya ada sebagian warga meninggalkan tempat ini dan kembali ke daerah asalnya.
 Desa ini berpenduduk 249 jiwa terdiri 78 kepala keluarga yang kini sudah dihuni lima suku.  Hal paling menarik di desa ini adalah kompak menolak politik uang.  Warga desa menolak dengan tegas sogokkan uang saat pesta demokrasi pemilihan kepala desa serentak tahun lalu.
Iming-iming jutaan rupiah agar warga merubah pilihannya tidak berhasil menggoyahkan pendirian mereka.  Hingga akhirnya, hasil pemilihan Pilkades tanggal (10/10/2017) dimenangkan Asbullah tanpa money politik.
 Asbullah mendulang 73 suara mengalahkan dua lawan politiknya. dia terpilih kembali menahkodai  kemabali desa Wawo Indah sebab besar keyakinan bahwa, warga bakal mampu membawa perubahan yang signifikan.
Karakter tenang dan mudah akrab dengan siapa saja jadi kesan pertama ketika bertemu sosok Asbullah.  Suami Muliati S. Pd ini menjawab satu persatu pertanyaan Awak Media.
Asbullah mengatakan di periode pertama kepemimpinannya tahun 2009-2016 telah terbukti banyak buah tangan yang ditorehkannya.  Hal utama adalah menjaga keamanan warga dengan mengedepankan komunikasi melalui wadah musyawarah. Kemudian membangun jembatan, deker,  fasilitas desa serta pemberdayaan lainnya.
“Saya yakin, apapun yang direncanakan dalam membangun desa kalau dilalui proses musyawarah maka tidak akan ada persoalan. Semua putusan pembangunan telah disepakati warga.” ucapnya.
Periode pertama hanya sebagian kecil saja yang bisa dilakukan karena batasan anggaran.  Untuk periode ke dua ini 2018-2023 telah terencana gambaran pembangunan yang akan dikebut realisasinya.  Semua perencanaan pembangunan sudah tertuang dalam RPJMdes.
Pembangunan fisik perlahan di kerja sesuai kebutuhan skala prioritas,  kemudian pemberdayaan masyarakat dari segi pertanian dan perkebunan serta yang terpenting meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
 Asbullah menegaskan besarnya anggaran DD dan ADD harus bisa dimanfaatkan demi meningkatkan kemakmuran rakyat. Kepercayaan masyarakat mendudukan dirinya sebagai Kades menjadi kekuatan untuk terus bekerja membangun desa.
Tahap ke dua pencairan Dana Desa tahun 2017, pihaknya telah menyalurkan bantuan bibit cengkeh 4900 pohon dan ini dibagi rata per kepala keluarga 50 pohon.  Bantuan pupuk urea tiga ton serta bangunan fisik drainase 460 meter yang dikerja secara swadaya.
” Semua sumber pembiayaan baik DD dan ADD di buka secara transparan mengenai apa saja item yang sudah dikerjakan, ” jelasnya.
Bapak dua anak ini menambahkan, desa Wawo Indah memiliki lahan bersertifikat seluas 746 hektar.  Lahan ini akan di buka dan dijadikan sentral pertanian tanaman jangka pendek dan menengah.
“Untuk mengembalikan kejayaan desa ini di bidang pertanian maka koordinasi dengan pihak pertanian sudah saya lakukan demi mendapat bantuan bibit dan pupuk. Selain itu perlahan kita beri penguatan pengetahuan ilmu pertanian kepada warga biar mereka menjadi petani sukses,” terangnya.
Selain itu,  Asbullah berharap kepada masyarakat untuk saling bahu-membahu mendorong pembangunan desa ini dan Konkep secara luas.  Jika pertanian berjalan sukses,  peternakan juga mampu dikembangkan maka kemakmuran masyarakat bisa diraih. Untuk mencapai semua ini,  solusinya mesti disiplin bekerja jangan malas.
“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa kemenangan ini berkat dukungan sepenuhnya masyarakat.  Olehnya itu,  semua aspek pembangunan harus didukung dan kerjakan bersama rakyat.  Rumah tidak layak huni perlahan kita perbaiki dan semua aspek yang bisa menunjang percepatan pembangunan mesti disambut penuh semangat, ” Imbuhnya.
Biodata Nama : Asbullah TTL : Pontianak 6 Mey 1980 Tamat SD Lampeapi 1993 Tamat SMP 1 Lampeapi 1996 Tamat SMA di Kendari (Ujian Persamaan) Nama Ayah : Palal Sugiono Nama Ibu : Srimin Nama Istri : Muliati S. Pd Nama Anak : Asti Putri Intan Adiningsi dan Tias Tri Ramadani
Laporan: Abidan

Pos terkait