Panwaslu Konkep Ucapkan Sumpah dan Cap Tangan, Tolak Politik Uang

  • Whatsapp
Wakil Bupati Konkep dan Anggota panwaslu Konkep saat melakukan cap tangan sebagai simbol tolak dan lawan politik uang dan politisasi sarah (Foto: Imam Pardi)
Wakil Bupati Konkep dan Anggota panwaslu Konkep saat melakukan cap tangan sebagai simbol tolak dan lawan politik uang dan politisasi sarah (Foto: Imam Pardi)
Wakil Bupati Konkep Andi Muh Lutfi dan Anggota panwaslu Konkep saat melakukan cap tangan sebagai simbol tolak dan lawan politik uang dan politisasi sarah (Foto: Imam Pardi/WN)

LANGARA, WN-Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu)  Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep)  Menyatakan komitmennya untuk menolak dan melawan politik uang  dan politisasi Suku,  Agama,  dan Ras isu (SARA) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah 2018 nanti. Komitmen itu guna mewujudkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara yang baik dan Berkualitas.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan jalan santai dengan jarak sekitar 1 kilometer, Rabu (14/2/2018). Jalan santai ini juga diikuti Ketua Panwaslu Konkep, Nur Rahmat,  Kapolsek Wawonii Iptu La Ajima, serta unsur Forkompimda, partai politik.

Bacaan Lainnya

Nampak juga terlihat dihadiri Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi serta  elemen pemuda dan tokoh masyarakat juga turut hadir dalam acara tersebut.

“Politik uang dan isu SARA dapat merusak demokrasi dan moral bangsa ini. Mari kita bersama-sama untuk mencegah politik rusak itu agar bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas bukan karena uangnya. Tak jarang pemimpin bisa terjerat kasus korupsi, karena ia telah menghabiskan uangnya saat pilkada. Karena di saat ia menjabat harus mengumpulkan uang untuk mengembalikan uang yang ia telah habiskan saat pilkada itu,” ucap Ketua Panwaslu  Konkep Nur Rahmat.

Selain itu, Wakil Bupati Konkep dalam sambutanya  Mengatakan bahwa politik uang akan memecah belah bangsa ini.

“Mari kita sebarkan ditengah masyarakat kita serta keluarga kita bahwa rusaknya politik uang itu,  bahwa jika itu berlaku kita sama halnya menjaul diri kita, jangan kita menjual daerah kita, hanya karena sesuatu yang tidak ada gunanya, saya berharap Panwas ini punya gigi maksudnya jika ada laporan laporan harus ditindak lanjuti sampai dengan tahapan proses hukum,” Jelasnya.

Kegiatan ini ditindaklanjuti dengan sumpah, dan cap tangan sebagai simbol menolak politik uang dan isu sarah yang dapat memecah belahkan masyarakat.

Tidak hanya ketua Panwaslu, dan Wakil Bupati Konkep yang menyampaikan himbauan terkait politik uang dan isu sarah, Kapolsek Wawonii Iptu La Ajima juga menegaskan bahwa  jangan ada politik hitam di Daerah ini.

“Jangan ada politik hitam mari kita tolak politik uang dan isu sarah yang bisa memecah belahkan kita,” Kata dia.

 

Reporter: Imam Pardi
Editor: Kasriani

Pos terkait