Makam Korban Kasus Penikaman di Konkep, di Bongkar

  • Whatsapp
Saat pembongkaran makam korban kasus penikaman di konkep Kecamatan wawonii tenggara (Foto: Imam Pardi/WN)
Saat pembongkaran makam korban kasus penikaman di konkep  Kecamatan wawonii tenggara (Foto: Imam Pardi/WN)
Saat pembongkaran makam korban kasus penikaman di konkep Kecamatan wawonii tenggara (Foto: Imam Pardi/WN)

LANGARA, WN- Untuk menindak lanjuti kejadian penikaman di Desa Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Tim Forensik Rumah Sakit Bayangkara Polda Sultra melakukan otofsi terhadap Korban Penikaman Yardin (22). Tim forensik yang di pimpin Dr Mauluddin serta didampingi tim penyidik Polres Kendari berkunjung kerumah orang tua korban La tanda dan Riyati, di Desa Sinaulu Jaya.

Tim Forensik Rumah sakit Bayangkra Polda Sultra dan tim Penyidik Polres ingin mengetahui lebih jelas lagi apa penyebab kematian korban warga Desa Sinaulu Jaya kecamatan Wawonii Tenggara itu, Otopsi pembongkaran makam Yardin, sekitar 100 meter dari kediaman korban, tim Forensik melalukan Otopsikurang lebih satu jam. Pihak keluarga korbanpun ikut menyaksikan saat jasad Yardin di Otopsi.

“Kita hanya ingin mengetahui pasti apa penyebab kematian korban, serta ada bekas tusukan benda tajam didada sebelah kiri”, kata kompol dr mauluddin usai melakukan otopsi (8/3) di langara.

Hanya kata iklas yang mampu dikatakan oleh ayah korban, melihat makam anaknya dibongkar yang baru saja terhitung 40 hari. Namun hal itu demi kelancaran penyidik untuk melengkapi data penyebab kematian anaknya. “saya hanya bisa iklas serta bersabar melihat makam anak saya dibongkar demi kelancaran penyidik mengumpulkan data, semoga pelaku bisa diberi hukuman yang setimpa,” kata La Tanda didampingi sang istri, Riyati, dengan wajah tampak sedih.

Ditempat yang sama juga, La Tanda bercerita mengenai Almarhum anaknya, dia sudah menjadi tulang punggung keluarganya yang bekerja sebagai nelayan penangkap ikan di Maluku Utara, hasil dari kerja payahnya tak lupa pula untuk menyisipkan biaya sekolah untuk keempak adiknya, tak hanya untuk menyisipkan biaya sekeloh untuk keempat adiknya tapi dia tak lupa pula untuk menyisipkan hasil kerjanya untuk membangun rumah orang tuanya yang ada di desa sinaulu jaya itu.

“Baru sehari tiba dari bau-bau dia langsung ikut teman-temannya keacara lulo, saya tidak punya firasat yang buruk tentang anak saya, karna setelah dia keluar dari rumah dia sehat-sehat saja, setelah jam 12 malam saya mendegar yang berteriak bahwa anak saya meninggal”, jelas La Tanda.

 

Reporter: Imam Pardi
Editor: Kasriani

Pos terkait