Bea Cukai Kendari Dorong Pengusaha Mikro Kecil Tingkatkan Ekspor

  • Whatsapp
Para Pelaku Usaha saat mengikuti Focuss Group Discussion di Kantor Perwakilan Dirjen Bea dan Cukai Kendari (Foto: Fahrul/Wawoniinews.com)
 Para Pelaku Usaha saat mengikuti Focuss Group Discussion di Kantor Perwakilan Dirjen Bea dan Cukai Kendari (Foto: Fahrul/Wawoniinews.com)
Para Pelaku Usaha saat mengikuti Focuss Group Discussion di Kantor Perwakilan Dirjen Bea dan Cukai Kendari (Foto: Fachrul/Wawoniinews.com)

KENDARI WN– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kota kendari Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong peningkatan ekspor pada bidang perikanan, perkebunan dan pertanian. Dengan mengundang pelaku usaha berorientasi ekspor, serta mendorong pengusaha mikro kecil Untuk Peningkatan Ekspor Nasional.

Kepala Perwakilan Dirjen Bea dan Cukai Wilayah kota Kendari, Denny Bendhard Parulian, mengatakan bahwa hal tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pada sektor perikanan, perkebunan dan pertanian.

Bacaan Lainnya

“Jadi melalui kegiatan ini kita akan mendorong, menumbuhkan dan memberikan dorongan pada pelaku-pelaku usah baik dari bidang perikanan, perkebunan maupun pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui ekspor, karena ini bisa menjadi hal yang dominan guna untuk mendorong kesejahteraan dan ini bisa dilakukan di semua strata tidak hanya skala perusahaan, termasuk nelayan dan petani,” ungkapnya di Kendari, Rabu (5/12/2018).

Bahkan, Kata Denny, saat ini ekspor yang langsung dilakukan dari di Sultra pada sektor sektor tersebut masih dominan dilakukan oleh skala perusahaan. Khususnya pada sektor Pertanian, di Sultra baru satu yang mampu melakukan ekspor yakni PT. Cacao Industri (KKI) dalam bentuk olahan biji kakao. Sementara di sektor perikanan, belakangan ini ekspor hanya ada satu dua perusahaan yang mau melakukan ekspor langsung dari Sultra. Namun di tahun 2018 sudah meningkat sampai tujuh perusahaan yang melakukan ekspor.

“Kalau kita melihat ekspor langsung dari Sultra masih sangat sedikit, tapi kalau ekspor dari daerah lain itu banyak, tapi yang langsung dari Sultra masih rendah. Tapi kita harus sukuri di tahun 2018 ini ekspor di bidang perikanan sudah meningkat sudah ada sampai tujuh perusahaan yang mau melakukan ekspor dan bukan hanya ikan saja yang mau di ekspor tapi sudah ada udang dan kepiting juga, mudah-mudahan ini bisa terus ditingkatkan, karena kita menangkap animo ini bisa terus bertambah,” kata Denny.

Melalui kegiatan tersebut pihaknya juga mendiskusikan masalah, kendala, dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor.

Dirinya menilai penyebab minimnya ekspor pada skala UMKM ini karena tingkat pemahaman masyarakat atau pelaku usaha mikro kecil seperti nelayan dan petani bahwa ekspor itu hanya bisa dilakukan oleh pemilik modal saja, kata dia itu sangat keliru. Sehingga perlu ada dorongan pemahaman bagi kalangan ini sehingga bisa mampu melakukan ekspor. Menurutnya ketika itu sudah bisa dilakukan oleh pengusaha mikro kecil maka ekspor bisa terwujud dan tingkat kesejahteraan masyarakat akan tercapai dengan baik.

Ia menambahkan Pemerintah daerah berperan penting dalam memberikan dorongan dan informasi bagaimana ekspor itu bisa dilakukan karena tanpa adanya dorongan Pemerintah maka ekspor juga tidak terwujud. Apalagi saat ini pemerintah pusat sudah membuka keran ekspor yang seluas-luasnya dan sangat mudah.

“Olehnya itu, harapan kita pelaku-pelaku usaha ini bisa terstimulasi dan berapi – api untuk mengekspor produk mereka sendiri, karena jelas harga jual domestik daripada harga jual ke ekspor itu lebih tinggi harga jual ke ekspor , sehingga set adanya kegiatan ini bisa terbuka mata para pengusaha kita ini dan sering – seringlah berhubungan dengan dinas – dinas yang bisa memberikan informasi untuk bisa dilakukan ekspor itu,” jelasnya.

 

Laporan: Fachrul

Pos terkait