Ketua BEM UHO: Kami Tidak Terlibat Dalam Rapat Yang Menyetujui Masuknya 500 TKA China

  • Whatsapp

WAWONIINEWS.COM, LANGARA – Rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dalam waktu dekat disetujui oleh Gubernur Sultra, H. Ali Mazi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hal itu disampaikan Ali Mazi usai menggelar rapat koordinasi di rumah jabatan (Rujab) beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dengan menyetujui masuknya 500 TKA China di Bumi Anoa. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO), Fandy Priyono A.S angkat bicara soal kebijakan Pemrov Sultra yang setuju masuknya TKA China dimasa Pandemi Covid-19 ini.

Fandy Priyono juga menegaskan bahwa pihak BEM UHO tidak terlibat dalam rapat koordinasi itu yang menyetujui rencana masuknya 500 TKA China di Morosi, Kabupaten Konawe tempat perusahaan tambang berbendera PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).

“Dalam rapat itu tidak ada satu pun pengurus BEM UHO yang hadir mengikuti rapat tersebut. Saya juga sudah cek tidak ada undangan masuk yang ditujukan kepada Ketua atau pengurus BEM UHO terkait rapat koordinasi itu,” tegas Fandy Priyono melaui WhatsApp-nya. Minggu, 14 Juni 2020.

Selain itu, mahasiswa yang aktif di Fakultas Teknik itu menilai Gubernur Sultra, Ali Mazi telah menunjukan sikap tidak konsistensinya dalam nengeluarkan pernyataan. Pasalnya, H. Ali Mazi sebelumnya pernah mengeluarkan perkataan menolak 500 TKA asal China masuk di Sultra.

“Gubernur Sultra Ali Mazi terbukti tidak komitmen. Janjinya saat itu menolak, pembicaraan tentang kedatangan 500 TKA nanti berakhir wabah Covid-19 di Sultra, dan juga melihat kondisi kebatinan masyarakat Sultra. Tapi faktanya tidak seperti itu, ada apa dibalik semua ini,” bebernya.

Mahasiswa asal Pulau Wawonii ini juga kembali mempertegas bahwa keluarga besar BEM UHO tetap komitmen menolak rencana kedatangan 500 TKA China dalan waktu dekat ini.

“Saya sampaikan bahwa BEM UHO tetap komitmen menolak masuknya ratusan TKA China di Sultra,” terang Fandy.

Redaksi

Pos terkait