Bahaya Covid-19 Intens Disosialisaikan, Bupati Amrullah Terbitkan Perbup

  • Whatsapp
Gabungan tim ops, yustisi pendisiplinan dan peninprtokol kesehatan covid-19 dalam penerapan perbu Konkep nomor 31 tahun 2020dakan Hukum

WAWONIINEWS.COM, LANGARA – Maraknya penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah hampir setahun lamanya. Virus yang satu ini sangat berbahaya, ia tak pandang bulu kepada siapa yang akan terpapar, terbukti berdasarkan data gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 nasional yang dihimpun hingga 1 Oktober 2020 tercatat jumlah konfirmasi positif virus corona sebanyak 291.182, sedangkan yang sembuh 218.487 dan meninggal dunia tercatat 10. 856. Jumlah ini tersebar di 34 provinsi dari 497 Kabupaten/Kota.

Info Grafis data perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia
Sumber: Gugus Tugas Nasional

Khawatir dengan bahaya Covid-19 yang mematikan itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra) langsung mengambil langkah untuk mencegah masuknya Covid-19 di bumi kelapa ini. Selain rutin sosialisasi kepada masyarkat ditujuh kecamatan tentang bahaya Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan, Pemda Konkep juga membentuk posko jaga di tiga pelabuhan penyebrangan sebagai akses keluar masuk Wawonii, Konkep.

Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Konkep saat lakukan Sosialisasi ke masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan jelang pemberlakuan Perbup 31 tahun 2020

Upaya pemerintah mencegah penyebaran virus corona di Konkep nyaris berhasil setelah dari 17 Kabupaten/Kota di Sultra, berdasarkan data gugus tugas penanganan covid-19 provinsi bahwa Konkep pernah mempertahankan kategori zona hijau (zona tidak terdampak) penyebaran Covid-19 sampai di awal-awal September lalu.

Satgas Gabungan TNI-Polri bersama Tim Gugus Tugas covid-19 Konkep saat sosialisasi mengenai Perbup 31 tahun 2020

Hal itu diakui oleh juru bicara (Jubir) gugus tugas penanganan Covid-19 Konkep, Safiuddin Alibas saat dikonfirmasi belum lama ini oleh tim Wawoniinews.com. “Kita disini (Wawonii, Konkep) sempat bertahan dengan kategori zona hijau atau wilayah tanpa Covid-19 sejak awal munculnya virus ini sampai di awal-awal bulan September kemarin. Itu karena kerja-kerja stake holder yang tergabung dalam gugus tugas penanganan Covid-19 yang juga didukung oleh masyarakat Wawonii pada umumnya,” kata Jubir, Safiuddin Alibas. Kamis, (1/10/2020).

Namun, upaya itu seketika berubah warna kategori zona wilayahnya menjadi kategori zona risiko sedang (zona berwarna orange) tentang penyebaran corona tepatnya pada 10 September 2020. Bagaimna tidak, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Konkep terkonfirmasi positif Covid-19 saat berada diluar daerah. Hingga data terbaru yang dihimpun perkembangan Covid-19 melalui rilis gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sultra pukul 17:00 Wita lewat akun Facebook resminya per tanggal 1 Oktober 2020 tercatat jumlah kasus positif di Konkep sebanyak 15 kasus, 14 diantaranya kasus positif masih di isolasi dan 1 suspek (pengurangan) masih di isolasi.

Data Grafis Tim Gugus Tugas Provinsu Sultra hingga 1 Oktober 2020.

“Iya setelah berbulan-bulan lamanya mempertahankan Konkep tetap pada zona hijau dari 17 daerah di Sultra. Tetapi kasus positif di Konkep sebenarnya mereka terpapar bukan di sini (Konkep) melainkan saat berada diluar daerah. Saya mau tegaskan munculnya kasus positif di Konkep bukan bukan karena kurangnya antisipasi satgas Covid Konkep, kita tetap intens melakukan sosialisasi soal penerapan protokol kesehatan apalagi dengan sudah adanya kasus di Konkep kita tetap akan lebih intens, bahkan Pak Bupati telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Konkep soal pencegahan Covid-19 di daerah yang kita cintai ini,” tegas Safiuddin.

Berlakunya Perbup Konkep Nomor 31 Tentang Covid-19 dan Sanksi Bagi Yang Melanggar

Ditengah pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda 34 provinsi dari 497 Kabupaten/Kota di Indonesia tentu pemerintah akan melahirkan kebijakan dalam penanganan kasus virus corona. Begitu juga Pemda Konkep, guna mencegah Covid-19 Bupati Konkep, Ir. H. Amrullah bersama wakilnya Andi Muh Lutfi telah melahirkan “peraturan Bupati (Perbup) Konkep Nomor 31 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019”.

Hari pertama berlakunya Perbup Konkep No 31 tahun 2020

Perbup nomor 31 ini yang ditetapkan di Langara oleh Bupati Konkep, H. Amrullah pada tanggal 28 Agustus 2020. Sebelum Perbub diterapkan ditengah-tengah warga, pihak Satpol-PP Konkep bersama Koramil 1417-01 Wawonii dan Polsek Wawonii terlebih dahulu melakukan sosialisasi sekitar dua pekan lamanya sejak tanggal 18-30 September 2020. Sasaran tempat sosialisasi adalah sarana fasilitas umum sebagai lokasi berpotensi tempat kerumunan warga seperti lokasi pasar, rumah sekolah, masjid, rumah makan, warung kopi (Warkop) hingga ke persimpangan jalan.

Berlakunya produk hukum penanganan Covid-19 untuk menerapkan protokol kesehatan di wilayah ini baru dimulai pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Berani Abaikan Perbup Konkep 31, Sanksi Administratif Hingga Denda Ratusan Ribu Rupiah Menanti

Selama masa pandemi virus corona (Covid-19) belum dinyatakan berakhir, maka penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19 pun tetap akan diberlakukan. Jika demikian, maka jangan pernah berani abaikan Perbup Konkep 31 tahun 2020 itu.

Sebab sapa saja yang berani mengabaikannya ada deretan sanksi sedang menanti, tidak tanggung-tanggung mulai sanksi administratif erupa teguran lisan, tertulis, larangan melintas atau memasuki suatu area, kerja sosial selama dua jam, sedangkan denda administratif berupa rupiah yang angkanya mencai ratusan ribu, paling sedikit Rp.100 ribu dan paling banyak Rp.500 ribu.

Salah satu penindakan sanksi administratif dihari pertama (Kamis, 01 Oktober 2020) bagi yang melanggar protokol kesehatan

Bayangkan coba, jika kamu melanggar setiap hari. Oleh karena itu, warga Konkep jangan pernah mengabaikan Perbup tersebut selama masa pandemi jika tak ingin mendapat sanksi itu.

Sekedar mengingatkan kembali bahwa yang dimaksud dengan protokol kesehatan dalam uapaya pencegahan Covid-19 adalah menggunakan masker dan atau pelindung wajah yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Selain itu pembatasan interaksi fisik antara orang dan kelompok atau tidak pergian ditempat keramayan. Rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand zanitesar. (Adv)

Pos terkait