Usai Cairkan Dana BWC, Kadis Diknas Akan Dihearing DPRD Konkep

  • Whatsapp
Ketua Komisi III DPRD Konkep, Yasran Djamula (tengah).

WAWONIINEWS.COM, LANGARA – Pengurusan Beasiswa Wawonii Cerdas (BWC) tahap ke II telah selesai, bahkan pencairan dananya dilakukan sekitar akhir Desember 2020 lalu.

Namun, pencairan dana beasiswa tahap II tahun 2020 yang dilakukan Dinas Pendidikan (Diknas) Konawe Kepulauan (Konkep) sebagai instansi yang mengelola program BWC itu terus disoal baik dari kalangan mahasiswa maupun pemuda Wawonii.

Pasalnya pihak Diknas tidak transparan atau telah tertutup saat melakukan proses pencairan ke nomor rekening mahasiswa penerima tanpa mengeluarkan lebih dulu pengumuman nama-nama mahasiswa yang telah lolos verifikasi berkas ataupun yang tidak lolos. Akhirnya masih banyak mahasiswa asal Wawonii yang tidak dapat beasiswa tahap II ini.

Akibat persoalan itu, Kepala Dinas (Kadis) Diknas Konkep, Muh. Yani beserta anggotanya panitia pengelola BWC akan dihearing oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Konkep, Kamis pekan depan.

“Saya sudah sampaikan Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk menyurat ke Diknas Konkep. Agendanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) persoalan polemik beasiswa ini,” jawab Yasran Djamula, melalui telefon selulernya, Sabtu (02/01/2021).

Menurut Yasran Djamula, terkait pernyataan Kadis Diknas di media soal masih banyak mahasiswa yang tidak mendapat beasiswa tahap II karena kendalanya nomor rekening yang salah dan tidak valid, itu bisa jadi.

“Jika melihat pernyataan pak Kadis, itu ada benarnya seperti pernyataannya bahwa ada nomor rekening yang tidak aktif dan ada angka yang salah. Jika itu benar otomatis memang tidak bisa untuk ditransfer dana beasiswa itu. Namun kita belum bisa mengatakan siapa yang salah dalam persoalan ini,” jelas Yasran Djamula.

Ketua Komisi III DPRD Konkep ini tegaskan bahwa pihaknya pastikan akan melakukan hearing mencari pokok permasalahan ini. Sebab pendidikan adalah bidang Komisi III.

“Kami akan segera memanggil pihak Dinas di hari Kamis untuk melakukan RDP,  nanti di hari Kamis baru bisa saya memberikan komentar, saat ini saya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait persoalan beasiswa,” terangnya.

Diharapkanya, ada keterwakilan mahasiswa yang hadir pada saat gelar RDP. “Mudah mudahan ada keterwakilan mahasiswa yang bisa hadir pada saat RDP tetapi hanya mendengarkan alasan saja tidak bisa bersuara karena ini RDP,” kata dia. 

Disisi lain, jika melihat dari kacamata politik Yasran menilai, persoalan proses pencairan dana beasiswa tahap II tersebut bisa jadi memiliki tendensi politik efek Pilkada 9 Desember 2020 lalu. Sebab proses pencairan dana beasiswa kali ini dilakukan secara tertutup, berbeda dengan tahun-sebelumnya.

Pencairan kali ini tidak ada transparansi mengenai daftar nama-nama mahasiswa pendaftar beasiswa tersebut. Mestinya daftar itu diumumkan agar publik tahu, sipa dan berapa jumlah mahasiswa penerima dan yang tidak menerima beasiswa pada tahap II 2020.

“Secara politis kemungkinan ada sangkut pautnya dengan pilihan politik Pilkada kemarin. Sehingga proses pencairannya tiba-tiba, akibatnya banyak mahasiswa yang tidak dapat. Jika benar hal tersebut dikaitkan dengan perbedaan politik kita sangat menyangkan sikap Diknas, karena produk program Bupati berkolaborasi dengan DPRD Konkep itu yang dikemas dalam bentuk program Beasiswa Wawonii Cerdas merupakan uang rakyat untuk peningkatan sumber daya manusia tanpa ada kaitannya dengan politik,” tambahnya.

“Kalau memang ini efek dari pilihan politik kemarin saya sayangkan tindakan Diknas. Bahkan kalau teman teman di DPRD semua sepakat kita akan undang pak Bupati untuk audiensi bersama,” tandasnya.

Penulis: Aan Ahmad

Pos terkait