Meneladan Semangat La Kepe, Kakek 77 Tahun Menjumput Hidup di Pinggir Jalan

  • Whatsapp

WAWONIINEWS.COM, LANGARA – Seorang pria tua berusia 77 tahun, warga Desa Langara Iwawo Kecamatan Wawonii Barat merupakan potret pekerja keras. Namanya adalah La Kepe pria kelahiran Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengais rezeki dengan berjualan seadanya setiap harinya di Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sejak 20 tahun yang lalu.

Meski usianya sudah sangat tua. Namun semangat La Kepe untuk mengais rezeki demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya patut diapresiasi ketabahannya sebagai contoh dalam kehidupan, karena kakek ini telah memiliki semangat yang berapi-api demi terpenuhinya kebutuhan keluarganya.

Betapa tidak, Pasangan Wa Ada itu tetap menjaga harga diri keluarganya dari meminta-minta, sehingga ia memilih berjualan meski hanya seadanya saja. Dilapaknya, kakek itu hanya menjajakan sayur mayur, cabe rawit dan tomat. Sesekali juga buah-buahan ia jual di lapaknya yang beralaskan terpal seluas 1×1 meter persegi itu.

Lapak dagangan kakek itu berdiri diatas aspal jalan poros di Simpang 4 depan Kantor Dinas Kesehatan Konkep Jl. Poros Langara Pelabuhan Ferry.

Lapak Kakek La Kepe di Simpang 4 Jalan Poros Langara Pelabuhan Ferry Wawonii

Kakek La Kepe bercerita, dengan usia setua dia untuk melakukan pekerjaan berat dia sudah tak sanggup lagi. Sehingga dirinya lebih memilih untuk berjualan tanpa memikirkan laba keuntungan dari hasil jualannya.

Penghasilannya, lanjut kakek yang lahir pada masa pendudukan Jepang di Indonesia itu menceritakan bahwa sehari paling banyak ia dapatkan Rp.50.000 saja, bahkan kadang ia harus iklas pulang tanpa membawa hasil, tak satupun dagangannya yang laku.

Tetapi kakek La Kepe ini tak pernah putus asa meski keuntungan tidak seberapa, dia sudah sangat bersyukur walaupun hanya bisa numpang makan dari setiap hasil jualannya. Semangatnya untuk menjumput hidup keluarganya yang sangat meneladan.

“Harganya murah. Lombo hanya lima ribu rupiah satu tempat. Satu hari paling tinggi lima puluh ribu rupiah, kadang juga pulang kosong,” ceritanya dengan nada terbata-bata kepada tim Wawoniinews.com saat disambangi di lapaknya. Sabtu, 30 Januari 2021.

“Anak ku sepuluh orang tinggal satu yang belum menikah. Mereka juga keluar merantau cari kerja dan ada yang ikut suaminya. Selama masih bisah jalan kita kerja begini saja (menjual) biar seadanya saja, saya tidak mau repotkan juga orang lain,” sambung Kakek La Kepe seraya berharap dagangannya bisa habis terjual.

Potret kakek ini menarik sorotan. Akhirnya tim Wawoniinews.com menyambanginya di lapak dagangannya. Setiap hari sekitar pukul 09:00 Wita kakek La Kepe sudah berada di lapaknya. Ia pulang kerumahnya di kompleks perumahan Lapulu, Desa Langara Iwawo nanti matahari sudah terbenam.

Seluruh rambutnya sudah berwarna putih, kulitnya keriput dan gosong. Bahkan matanya nyaris tak bisah melihat (rabun), untuk melihat angka uang saat ada pelanggan harus butuh waktu sampai satu menit untuk memastikan angka uang pelanggan itu. Selain karena faktor usia yang sudah amat tua juga karena melawan panasnya terik matahari, belum lagi ia harus menghirup debu karena lapaknya hanya memiliki alas terpal kecil sedangkan atap tak ada.

“Mata ku ini sudah parah kasian hampir saya tidak bisa melihat. Saya ingin pake kaca mata biar bisa melihat jelas,” keluhnya.

Penghasilan kecil, bahkan kadang dagangannya tak laku satupun walau harus duduk berjam-jam dengan resiko kesehatannya sangat rawan, tidak membuat dia putus asa. Potret pekerja keras memang kakek La Kepe ia miliki dibandingkan ia harus pergi meminta-minta.

Tim Managemen PT Media Utama Wawonii (Wawoniinews.com) sangat mengapresiasi semangat jiwa pekerja keras dan ketabahan serta keteladanan yang dimiliki kakek La Kepe ini. Komisaris Wawoniinews.com, Nanang Sofyan mengatakan kisah perjalanan kakek ini dengan ketabahan dan keteladanan serta memiliki jiwa sebagai pekerja keras walau sudah memiliki usia yang sangat tua patut ditiru.

“Ini sebuah pelajaran buat kita sebagai generasi muda. Kita harus seperti kakek La Kepe yang memiliki jiwa pekerja keras,” kata Nanang.

Hal senada juga disampaikan Direktur Wawoniinews.com, Aldi Dermawan. Dikatakannya jika warga melihat kakek ini yang memiliki tipe pekerja keras walaupun usia sudah 77 tahun untuk mampir belanja dagangannya.

“Kalau ada yang melihat kakek ini menjual, tolong dibeli dagangannya,” tandasnya.

Redaksi

Pos terkait