Percepat Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi, Begini Strategi Sandiaga Uno

  • Whatsapp

WAWONIINEWS.COM : JAKARTA – Akhir-akhir ini sektor pariwisata secara nasional mengalami dampak yang cukup parah akibat Corona Virus Disease-2019 (Covid-19). Padahal sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) merupakan salah satu sektor strategis dan memiliki peran penting bagi perekonomian nasional. Selasa (9/3/2021).

Walau pun saat ini masih masa pandemi, namun tidak membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno harus berdiam diri menunggu berakhirnya Covid-19 ini. Justru, Sandiaga Uno, begitu sapaan akrab Menteri Sandiaga Salahuddin Uno ini langsung merumuskan berbagai strategi untuk percepatan pemulihan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pertama, program stimulus hibah pariwisata tahun 2020. Kemenparekraf memberikan stimulus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp3,3 Triliun dengan angka realisasi sebesar 69,63 persen. Dari dana tersebut, 30 persen untuk Pemda dan 70 persen untuk pengusaha hotel dan restoran.

“Untuk program stimulus yang akan dikeluarkan tahun ini masih dalam tahap pembahasan, dan kami akan memberikan update berapa jumlahnya dan juga dari segi waktu kapan akan bisa direalisasikan. Pastinya stimulus tahun ini bertujuan agar para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa terselamatkan, karena ada sebanyak 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor ini,” kata Menteri Sandiaga Uno lewat Siaran Pers-nya dalam acara weekly press conference, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat pada Senin kemarin, 8 Maret 2021.

Kemudian lanjut Sandiaga Uno menjelaskan penerapan free covid corridor atau yang saat ini disebut travel corridor arrangement yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi.

“Rencananya pertengahan Maret ini kita akan melakukan rapat koordinasi di Bali, dengan mengundang pihak terkait dan semua stakeholders. Kita harapkan ini bisa memberikan angin segar, menebar harapan. Semoga travel corridor arrangement ini bisa kita mulai eksekusi dalam jangka waktu singkat,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat meninjau wisata desa Likupang, Sulawesi Utara (Sulut) belum lama ini. Foto: akun twiter Sandiaga Uno

Selanjutnya, menurut Menteri Sandiaga Uno strategi lain adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan tahap I KEK Likupang, Sulawesi Utara (Sulut) diatas lahan seluas 92,89 hektare dengan nilai investasi sudah hampir Rp1 triliun. Mencakup resort, utilitas, area komersial, danau, juga ruang terbuka hijau. Total nilai investasi diperkirakan menarik investasi Rp5 triliun hingga tahun 2040.

“KEK ini sasarannya adalah bagaimana kita menggerakkan ekonomi berbasis insentif kebijakan-kebijakan pemerintah. Saya juga akan memastikan bahwa eksekusi KEK ini akan berjalan sesuai dengan target, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” tegasnya.

Tidak hanya itu, langkah strategi lain Menparekraf Sandiaga Uno adalah memfasilitasi on boarding program digitalisasi bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Tahun 2020 lalu on boarding program ini mencapai 4 juta peserta. Tahun 2021 ini Menteri Sandiaga Uno menargetkan bisa mencapai 10 sampai 15 juta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Program on boarding untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi, tidak hanya scale up SDM saja, tapi juga mendorong SDM pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menghasilkan produk yang berkualitas.

“Ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Presiden untuk bangga buatan Indonesia, cintai produk-produk Indonesia. Seandainya kita memiliki alternatif produk Indonesia yang berkualitas. Hal ini merupakan ajakan dan tantangan bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Kemudian, pengembangan Desa Wisata, yang merupakan bagian dari pada pilar terpenting dari pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Karena, Menparekraf tidak ingin pariwisata ini menjadi eksklusif, melainkan inklusif.

Sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 224 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan diperluas.

“Program ini harus mencakup desa wisata di setiap destinasi super prioritas. Kita harapkan desa wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, pengembangan desa wisata menekankan aspek berkelanjutan,” pungkas Sandiaga Salahuddin Uno.

Sumber: Biro Komunikasi
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Penulis: Nanang Sofyan

Pos terkait