Dituding Minta Duit Kades untuk Program Kepolisian, Kapolsek Waworete Sebut Hoax

  • Whatsapp
Akun yang memposting tudingan Kapolsek Waworete minta duit ke desa di Konkep. Foto: Screenshot Wawoniinews.com

WAWONIINEWS.COM: LANGARA – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Waworete Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dituding melakukan pungutan liar dengan memintai uang beberapa Kepala Desa (Kades) untuk kegiatan di kantornya.

Hal ini terkuak melalui postingan salah satu akun atas nama Sengkang Baplang yang diposting pada grup Facebook (Fb) ‘Perubahan Konawe Kepulauan’ pada Jumat, 12 Maret 2021 pukul 19:15 Wita setelah di screenshot Wawoniinews.com.

Berikut kalimat postingan yang menyebut Kapolsek meminta uang sejumlah Kades di Konkep.

“Ini kapolsek waworete dia minta lagi para kepala desa uang alasannya untuk kegiatan dikantornya bahasanya yg penting iklas biar gaimanapun orang tidak mau kasi kalau sudah kapolsekmi tetap dikasi, karena kalau tidak mau dikasi jangan sampai dia marah. Yg terbaru lagi kades wawonii timur laut di wajibkan membayar 300 ribuβ€¦πŸ˜žπŸ˜žπŸ˜ž” tulis akun Sengkang Baplang dalam postingannya di grub Facebook Perubahan Konawe Kepulauan.

Sayangnya, setelah dicek akun tersebut bersifat privat alias tidak dapat dilihat oleh publik. Postingan itu pun sudah dihapus oleh admin grup Facebook tempatnya melempar status.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kapolsek Waworete AKP Alimuddin mengaku kaget. Dia merasa tidak pernah meminta uang pada para Kades. Apalagi sampai mewajibkan angka Rp300 ribu.

“Bohong, hoax itu. Saya tidak pernah minta uang Kades,” kata AKP Alimuddin saat dikonfirmasi melalui telefon selulernya oleh Wawoniinews.com pada Jumat (12 Maret 2021) malam.

Bahkan, tambah dia, sejak bulan lalu dirinya belum pernah bertemu dengan para Kades di Konkep.

“Dari bulan kemarin saya tidak pernah ketemu kades apalagi mau komunikasi. Saya lagi banyak kerjaan kantor. Itu tidak benar dan saya akan cek pemilik akun itu,” pungkas AKP Alimuddin.

Untuk diketahui, Polsek Waworete dibawah koordinasi Polres Kendari, dan menaungi empat kecamatan wilayah hukumnya di Konkep, yakni Kecamatan Wawonii Utara, Wawonii Timur, Wawonii Timur Laut dan Kecamatan Wawonii Tenggara.

Salah satu Kepala Desa di Kecamatan Wawonii Utara, Asnal, yang dihubungi media ini ikut membantah bahwa Kapolsek Waworete meminta uang pada kepala desa. Namun dia tidak menampik kalau pihak kepolisian mempunyai program membuat kampung tangguh di desa-desa.

Kepala Desa Tumburano itu berharap adanya sinergitas antara pihak kepolisian dengan pemerintah desa, sebab program kampung tangguh yang akan dibuat itu untuk kepentingan desa.

“Sebenarnya Kapolsek tidak meminta uang ke desa. Saya hanya sampaikan bahwa kita harus bersinergi dengan kepolisian karena akan membangun kampung tangguh yang menjadi program mereka (kepolisian),” kata Asnal saat dihubungi lewat telepon selulernya.

“Itu juga saya tidak sampaikan untuk biaya dibebankan kepala desa untuk program kepolisian. Tetapi saya hanya sebatas sampaikan kita harus membangun sinergitas, itu saja,” jelasnya.

Kampung tangguh yang menjadi program kepolisian tahun ini yang akan dibangun di desa, adalah membangun pos untuk memantau berjalannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna menekan menyebarnya kasus Covid-19.

Penulis: Nanang Sofyan

Pos terkait