BWS Sulawesi IV Kendari Diduga Kongkalingkong Soal Proses Lelang Proyek Rp38 Miliar di Ladongi

  • Whatsapp
Bendungan Ladongi di Koltim. Sumber Foto: Inews.id

WAWONIINEWS.COM: KENDARI – Proyek pembangunan penanganan longsor Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) nampaknya akan menuai masalah.

Betapa tidak, proses lelang alias tender pada proyek penanganan longsor Bendungan Ladongi dengan nilai pagu anggaran Rp 38 miliar pada tahun anggaran 2021 diduga telah meyalahi prosedur. Sebab, berdasarkan hasil lelang oleh Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) bahwa PT. Latabbe Putra Groub adalah pemenang proyek tersebut.

Sayangnya, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari justru menyatakan pemenang tender proyek penanganan longsor Bendungan Ladongi bukan lagi PT. latabbe Putra Groub melainkan perusahaan lain yakni PT. Cipta Aneka Solusi.

Olehnya itu, pihak BWS Sulawesi IV Kendari diduga ada kongkalingkong atau sikap sembunyi-sembunyi dalam menentukan perusahan yang harus mengerjakan proyek miliaran tanpa mengacu hasil lelang proyek itu.

Hal itu membuat Bidang Hukum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sultra, Agus Said, SH meminta pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) agar mengevaluasi kinerja BWS Sulawesi IV Kendari.

“Berdasarkan investigasi dan penelusuran kami terhadap proses lelang atau tender proyek penanganan longsor Bendungan Ladongi yang terletak di Kolaka Timur salah prosedur. Karena pihak BWS Sulawesi IV Kendari dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Satuan Kerja (Satker) proyek pekerjaan penanganan longsor Bendungan Ladongi tidak memberikan berita acara surat penunjukan penyedia barang jasa (SPPBJ) untuk pemenang tender,”kata Agus Said melalui pesan whatsAppnya, Minggu (14/03/2021).

Ironisnya lagi, lanjut Agus, BWS Sulawesi IV Kendari justru menetapkan pemenang berkontrak PT. Cipta Aneka Solusi tanpa sepengetahuan pihak BP2JK.

“Itu dilaksanakan tidak sesuai mekanisme dalam penetapan pemenang berkontrak, karena berkontrak dulu baru diumumkan. Menurut pihak PT Latebbe Putra Group saat kami konfirmasi, katanya ada dugaan pemalsuan tanda tangan. Bila itu terjadi maka bisa dipidana,” katanya lagi.

“Perusahaan yang dinyatakan menang tender oleh BWS Sulawesi IV Kendari adalah PT Cipta Aneka Solusi, sementara yang ikut tender di BP2JK dan dinyatakan menang tender adalah PT Latebbe Putra Group. Ini kan sangat bertolak belakang. Jadi kami duga disini ada permainan terstruktur, sistematis dan masif,” sambung Agus Said.

Sementara itu, Kepala BP2JK Sultra Ir. Syaiful Rijal, M.Si mangakui bahwa pihaknya telah melaksanakan proses tender atau lelang pada pekerjaan penanganan longsor Bendungan Ladongi dengan nilai pagu Rp 38 Miliar. Ia mengaku pihaknya juga telah menetapkan PT. Latebbe Putra Group sebagai pemenangnya.

Syaiful bilang, pihak BWS Sulawesi IV Kendari tidak memberikan berita acara penunjukan sebagai pemenang tender sampai saat ini tanpa ada alasan yang jelas.

Bahkan belakangan, lebih jauh Syaiful mengatakan pihak BWS Sulawesi IV Kendari tiba-tiba menetapkan pemenang berkontrak dengan perusahaan lain dalam hal ini PT Cipta Aneka Solusi.

“Ini sangat menyalahi aturan dan sudah terindikasi melakukan pidana,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Gubernur DPW LIRA Sultra, Karmin mengatakan terkait hal ini, pihak PT. Latebbe Putra Group telah menunjuk pengacara untuk mendampingi permasalahan tersebut karena merasa dirugikan. Pengacara PT Latebbe Putra Group yang dimaksud adalah Dr. HC. Supriadi, S.H., M.H., Ph.D dan sudah melaporkan ke pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polda Sultra dan perwakilan Ombudsman Sultra pada Selasa 9 Maret 2021 lalu.

“Permasalahan ini akan kami ikut kawal sampai proses terakhir,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pihak (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sultra tidak memberikan atau mencairkan uang muka proyek tersebut.

“Saya juga minta kepada pihak KPPN Sultra untuk tidak mencairkan dulu uang muka kepada Pihak PT Cipta Aneka Solusi karena proses pemenangannya rentan dengan gugatan hukum,” tekannya.

Penulis: Sofyan

Pos terkait