Meningkatnya Kriminalitas di Manokwari, MD KAHMI Dorong Pemda Aktifkan Perda Miras

  • Whatsapp

WAWONIINEWS.COM: MANOKWARI-– Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari pernah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2006 tentang larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran dan penjualan serta memproduksi minuman beralkohol.

Olehnya itu, untuk menekan angka kriminalitas di wilayah itu, Majelis Daerah Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (MD-KAHMI) Manokwari dorong Pemda setempat mengaktifkan kembali Perda miras.

Hal itu dikatakan Koordinator Presidium MD-KAHMI Manokwari Purwanto, SH., M.Kn di Sekertariat KAHMI, Jalan Drs. Esau Sesa Manokwari pada Selasa, 23 Maret 2021.

Menurutnya, Perda yang diundangkan pada 01 Desember 2008 pada era kepemimpinan Bupati Manokwari, Drs. Dominggus Mandacan hingga saat ini belum dicabut dan masih berlaku di wilayah hukum Manokwari.

Namun sayangnya sejak sekitar tahun 2009 perda itu kurang ditegakan, sehingga menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kasus kriminalitas di daerah itu.

“Kami mengikuti lahirnya perda No 5 tahun 2006 ini, atas desakan masyarakat dan kesadaran para pejabat saat itu, perda ini ditetapkan disepakati antara DPRD dan pemerintah dan sempat eksis berjalan dengan sangat baik, namun semenjak Bapak Dominggus tidak lagi jadi Bupati Manokwari, perda ini kurang ditegakan,” katanya melalui pesan rilisnya yang diterima Wawoniinews.com pada Rabu, 24 Maret 2021.

Untuk itu, pihaknya berharap pada stakholder terkait sadar, dan MD KAHMI Manokwari akan melakukan kajian bersama untuk mengukur urgensi reaktivasi Perda ini sebagai langkah preventif menekan maraknya angka kriminilitas.

“Kami yakin benar, bahwa stakholder utamanya para tokoh agama akan sangat mendukung untuk mereaktivasi perda ini,” pungkasnya.

Sementara anggota presidium lainnya Hadi Sutrisno, SE berpendapat bahwa dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) Manokwari telah kehilangan miliaran rupiah atas berlakunya perda no 5 tahun 2006 yang telah mencabut Perda No. 2 tahun 2006 tentang Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.

Tetapi jika Perda ini bisa ditegakan, Pemda Manokwari akan mendapat keuntungan lebih besar dengan menurunnya angka kasus kriminalitas terhadap masyarakatnya.

“Sayangnya karena kurang diterapkan angka kriminilatis tetap tinggi, jadi sesungguhnya kita rugi dua kali,” ujarnya.

Menurut Hadi, Pemda Manokwari sebaiknya konsisten menegakan Perda Miras untuk menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh minuman beralkohol. Iklim berusaha akan membaik, sehingga pada ujungnya perekonomian daerah juga akan meningkat.

Penulis: Nanang Sofyan

Pos terkait