Pihak Penyedia BBM Satu Harga di Konkep Terkesan ‘Remehkan’ Pemda

  • Whatsapp
Nampak kondisi SPBU BBM Satu Harga di Konkep milik PT Yudhavia Energi Pratama

WAWONIINEWS.COM: KONKEP – Pihak lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) kompak satu harga di Desa Lanowatu Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terkesan remehkan keberdaan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Betapa tidak, Pemda Konkep melalui Bagian Ekonomi telah berulang kali melayangkan surat teguran hingga surat pemanggilan kepada pimpinan PT. Yudhavia Energi Pratama selaku pihak penyedia BBM satu harga pemilik Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dengan kode SPBU 76.933.02 BBM satu harga, namun tak dihiraukan surat yang dilayangkan Pemda Konkep itu.

Kepala Bagian Ekonomi, Chaerullah

“Surat teguran sudah tiga kali kami layangkan, pertama tanggal 25 September 2019, surat teguran kedua tanggal 21 Juli 2020 dan surat ketiga tanggal 27 Januari 2021,” kata Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Konkep, Chaerullah kepada media ini diruangan kerjanya pada Rabu, 24 Maret 2021.

“Selain surat teguran. Kami juga sudah layangkan surat pemanggilan pertama tanggal 27 Januari 2021 lalu namun sampai saat ini tidak ada konfirmasi baik secara lisan, tulisan (menyurat) maupun lewat pesan WhatsApp tidak ada konfirmasi,” sambung Chaerullah.

Meski begitu, lanjut dia mengatakan pihaknya tetap akan melayangkan lagi surat pemanggilan kedua pihak PT Yudhavia Energi Pratama selaku pihak penyedia BBM satu harga.

Hal itu dilakukan untuk mengklarifikasi hasil monitoring dan investigasi Pemda Konkep akibat adanya laporan masyarakat terhadap buruknya pelayanan di SPBU milik PT Yudhavia Energi Pratama.

“Rencananya Kamis pekan deman kita surati lagi. Kalau masih belum diindahkan kita susul surat panggilan ketiga. Kalaupun masih tidak diindahkan baru kita rekomendasikan ke pihak Pertamina untuk pencabutan kuotanya,” ujarnya.

Chaerullah menjelaskan sejak diresmikan SPBU BBM satu harga yang berbendera PT Yudhavia Energi Pratama pada Jumat, 20/7/2018 lalu hingga kini tidak ada progres dalam pengembangan pembangunan sarana SPBU layaknya SPBU di tempat lain.

“Kita akui pemilik SPBU satu harga itu soal niatan berinvestasi di tanah Wawonii. Tetapi kondisinya tidak ada perkembangan padahal sudah tahunan berdiri masih menggunakan liter manual, belum lagi laporan masyarakat adanya permainan harga di dalam,” katanya.

Untuk diketahui, pertamina memfasilitasi berdirinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di Konkep, melalui Marketing Operation Region (MOR) VII,  Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Yuli Rachwati didampingi GM MOR VII Tengku Fernanda, serta anggota komite BPH Migas M. Ibnu Fajar dan Sekda Konkep Cecep Trisnajayadi meresmikan SPBU Kompak 76.933.02 BBM satu harga pada Jumat (20/7/2018) lalu agar masyarakat Wawonii Konkep dapat memenuhi kebutuhan BBM. Sehingga masyarakat tidak lagi membeli BBM jenis Solar dan Premium (Bensin) dengan harga Rp15.000.

BBM satu harga ini sudah ditetapkan harga per liternya, yakni harga Premium (Bensin) Rp 6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter.

Dikonfirmasi terpisah melalui via selular, Ila selaku pengelola SPBU BBM Satu Harga di Konkep belum memberikan jawaban.

Penulis: Nanang Sofyan

Pos terkait