Penyalur BBM Satu Harga Milik PT YEP Diduga Sarat Pelanggaran, Pertamina Beri Sanksi Teguran dan Pembinaan

  • Whatsapp
Kondisi SPBU Kompak satu harga milik PT YEP di Langara Konkep. Foto:WN

WAWONIINEWS.COM: KONKEP – Lembaga Stasiun Penyalur bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Yudhavia Energi Pratama (YEP) yang beralamat di Desa Lantula Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga sarat dengan pelanggaran. Pasalnya SPBU Kompak yang dibangun sejak 2018 silam itu belum sesuai standar operasional prosedur (SOP) layaknya SPBU pada umumnya.

Kondisi bangunannya masih seadanya, tangki penampung BBM tak ditimbun, belum lagi banyaknya laporan tentang permainnan harga BBM diatas standar BBM satu harga (subsidi) yang sudah ditetapkan yakni BBM jenis Solar Rp 5.150 per liter dan Premium (Bensin) Rp 6.450 per liter.

nampak bangunan SPBU Kompak milik PT YEP

Dengan dugaan saratnya pelanggaran yang dilakukan SPBU Kompak milik PT YEP itu membuat Pemda Konkep beberapa kali melayangkan surat teguran bahkan surat pemanggilan terhadap pimpinan PT YEP untuk melakukan klarifikasi. Namun pihak perusahaan tak pernah mengindahkan surat Pemda setempat.

Pihak Pertamina menanggapi terkait dugaan sarat pelanggaran yang dilakukan pihak penyedia BBM PT YEP SPBU Kompak satu harga itu. Melalui Senior Supervisor Comm & Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya tidak sedang membiarkan kondisi yang dilakukan pihak SPBU Kompak milik PT Yudhavia Energi Pratama (YEP).

Menurutnya sanksi atas sarat pelanggaran PT YEP itu sudah diberikan, namun bukan sanksi berupa pencabutan alokasi kuotanya atau kata lainnya SPBU PT YEP ditutup.

“Perlu dipahami bahwa kami dari pertamina tidak memberikan pembiaran, kami sudah memberikan sanksi kepada PT Yudhavia Energi Pratama. Kami berikan sanksi teguran dan pembinaan untuk tidak melakukan kesalahan yang berulang,” kata Senior Supervisor Comm & Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan saat dikonfirmasi melalui via selulernya. Kamis, 25 Maret 2021.

Taufiq Kurniawan mengatakan pihaknya bisa saja memberikan sanksi berupa pencabutan alokasi kuotanya atau menutup SPBU Kompak milik PT YEP,  hanya saja ada beberapa pertimbangan.

Pertama, SPBU Kompak PT YEP adalah satu-satunya lembaga penyalur BBM saat ini di Wawonii Konkep. Kedua, ketika lembaga itu ditutup SPBU Kompak maka masyarakat Wawonii akan kesulitan mendapatkan pasokan behan energi BBM.

“Sebelumnya di Konkep miliki dua lembaga penyalur BBM dengan nama APMS yaitu APMS milik PT Sangia Wawonii dan APMS milik PT YEP namun belakngan nama itu diganti jadi SPBU Kompak. Untuk SPBU Kompak milik PT Sangia Wawonii sudah ditutup pada tahun 2017, pelanggarannya sama dengan milik PT YEP. Nah kalu PT YEP juga di tutup SPBUnya maka masyarakat sudah kesulitan mendapat BBM karena belum ada SPBU alternatif lain,” ujar Taufiq Kurniawan.

Makanya, Taufiq Kurniawan bilang Pemda Konkep silahkan membuka satu titik lokasi lagi untuk SPBU karena semakin banyak SPBU di Konkep semakin bagus. Sebab jika ditemukan ada SPBU yang melanggara bisa di alihkan ke SPBU lainnya.

“Ada alternatif lain” katanya.

Tahun 2021 ini, lanjut dikatakannya bahwa ada penambahan SPBU di dua titik yakni di Kecamatan Wawonii Tenggara dan Kecamatan Wawonii Utara. Untuk SPBU di Kecamatan Wawonii Tenggara saat ini progres pekerjaan pembangunannya sudah mencapai 40 persen. Sedangkan di Kecamatan wawonii Utara belum dimulai pembangunannya.

Diberitakan sebelumnya, PT YEP SPBU Kompak satu harga terkesan remehkan Pemda Konkep karena 3 kali diberikan surat teguran dan satu kali dilayangkan surat pemanggilan klarifikasi oleh pimpinan PT YEP namun tak pernah diindahkan.

pemanggilan klarifikasi itu karena adanya laporan masyarakat terkait buruknya pelayanan pihak SPBU Kompak satu harga dan hasil monitoring dan pengawasan pihak Pemda kepada lembaga penyalur BBM milik PT YEP.

Penulis: Aan Ahmad/Nanang

Pos terkait