Sanksi Tegas Menanti ASN Bermental Malas

  • Whatsapp
Sekda Konkep, H. Cecep Trisnajayadi saat melakukan sidak pada kegiatan rapat evaluasi seluruh Kepsek baik tingkat SD maupun SMP se-Konkep. Foto: Nanang

WAWONIINEWS.COM: KONKEP – Seorang abdi negara atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disiplin dan berprestasi dalam kinerjanya pasti akan mendapat apresiasi dari pimpinan. Bahkan tak menutup kemungkinan akan diberikan penghargaan besar.

Bacaan Lainnya

Namun bagaimana dengan ASN yang mempunyai mental pemalas? Jangankan diberikan penghargaan, untuk mendapat apresiasi pun sudah dapat dipastikan tidak akan diberikan pimpinan. Justru ASN malas akan diberikan sanksi mulai dari sanksi ringan sampai sanksi berat. Tergantung pada kesalahannya.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah memberlakukan tambahan penghasilan pegawai (TPP). TPP itu diberikan kepada mereka ASN yang disiplin (rajin berkantor) setiap hari kerja.

“Ada bentuk apresiasi dari pimpinan terhadap pegawai kita yang rajin berupa dengan pemberian TPP,” kata Sekda Konkep H. Cecep Trisnajayadi saat ditemui usai mengecek kehadiran aparaturnya pada Kamis, 1 April 2021.

Jendral ASN Konkep ini menjelaskan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukannya pada Kamis (1/4) tingkat kehadiran ASN lingkup Pemda Konkep mendapatkan sekitar 50 persen saja kehadirannya.

“Kehadiran pegawai kita hari ini (Kamis, red) hanya sekitar 50-60 an persen saja,” sebutnya.

Sekda bilang turunnya tingkat kehadiran ASN ini bukan karena kesengajaan para pegawai tidak masuk berkantor. Tetapi saat ini banyak kegiatan yang sedang berjalan di luar daerah.

Seperti kegiatan pelatihan protokol itu melibatkan banyak pegawai, selain dari Bagian Umum Daerah juga ada perwakilan OPD masing-masing yang diutus mengikuti pelatihan tersebut. Kemudian kegiatan perbaikan penyusunan LAKIP melibatkan semua OPD.

“Tetapi ada juga sebagian pegawai yang ditemukan tidak masuk berkantor tanpa keterangan jelas. Itu tetap kita kasih absen karena ada konsekuensi yang harus dia terima, pastinya TPPnya tidak dibayarkan 100 persen,” jelasnya.

Dikatakan H Cecep Trisnajayadi bahwa setiap orang yang menjadi abdi negara ASN telah diikat dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai.

Kata Cecep (sapaan akrab) dalam PP 53 tahun 2010 yang mengatur seluruh pegawai negeri sipil di negeri ini ketika lalai atau tidak disiplin dalam kata lain malas berkantor, maka akan dikenakan sanksi. Dalam peraturan tersebut ada tiga kategori sanksi yaitu sanksi atau hukuman disiplin sedang, ringan dan sanksi disiplin berat.

“Berdasarkan rujukan peraturan itu, untuk pegawai malas di Konkep sudah banyak yang diberikan sanksi berupa sanksi teguran lisan sampai teguran tertulis.

Seperti diketahui, tahapan pemberian sanksi ringan yaitu berupa teguran lisan dan teguran tertulis. Kemudian sanksi disiplin sedang yaitu penundaan kenaikan gaji, penundaan kenaikan pangkat dan penurunan pangkat lebih rendah masing-masing selama satu tahun.

Sedangkan sanksi disiplin berat antara lain, pertama penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, kedua pemindahan dalam rangka penurunan jabatan. Ketiga pembebasan dari jabatan. Keempat
pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, dan Kelima pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

“Jadi ada tingkatannya. Tidak serta merta kita langsung berikan sanksi berat. Namun ketika ada ASN yang malas dan selalu mengulanginya maka sanksi tegas menanti pegawai malas tersebut,” tegas H. Cecep Trisnajayadi saat di wawancarai awak media ini.

Penulis: Nanang Sofyan

Pos terkait