Perwakilan Perencana OPD Pemkab Butur Ikuti Diklat Penyusunan Renstra Periode 2021-2026

  • Whatsapp
Drs. Bambang Purwoko, MA (Tengah), Deputi Riset dan Publikasi Fisipol UGM Dr. Gabriel Lele (Kiri), dan Sekertaris PU Kabupaten Buton Utara Deriaman, SE, M.Si (kanan). Foto: Ist.

WAWONIINEWS.COM : BUTON UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibawa kepemimpinan duet pasangan  Bupati H. Muhammad Ridwan Zakaria bersama wakilnya Kompol (Purn) Ahali terus mendorong perangkatnya demi pembangunan yang lebih maju. Salah satu upaya Pemkab Butur adalah, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) mempuni di bidang masing-masing.

Dalam melakukan pembangunan tentu akan dimulai dari sistim perencanaan. Untuk itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Butur dituntut mampu menyusun Rencana Strategis (Renstra) untuk priode 2021-2026. Olehnya itu, Pemkab Butur mengirim sebanyak 21 perwakilan staf masing-masing OPD untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang penyusunan Renstra Perangkat Daerah (PD) yang diselenggarakan di salah satu hotel di Yogyakarta sejak Rabu, 9 Juni 2021.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Butur, melalui Kasubag Perencanaannya, Nirmalawati Iskandar mengatakan kegiatan pendidikan dan pelatihan penyusunan Renstra perangkat daerah agar setiap OPD bisa menyusun dengan baik Renstra tersebut.

Dengan begitu, kata Nirmalawati setiap OPD yang mampu menyusun rencanaan strategisuntuk lima tahun kedepan akan berimbas  pada perolehan nilai terhadap Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pegawai (LAKIP).

“Setiap OPD diharapkan dapat menjabarkan kebijakan umum dan program pembangunan daerah yang telah tertuang dalam RPJMD Butur. Karena itu akan menjadi acuan kerja dan penilaian di masing-masing OPD,” kata Nirmalawati Iskandar dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan penyusunan Renstra perangkat daerah Butur. Jumat (11/6).

Sejumlah peserta diklat penyusunan Renstra dari perwakilan masing-masing OPD lingkup Pemda Butur di Yogyakarta. Foto: Ist.

Renstra adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 tahun mendatang. Tata cara penyusunan Renstra perangkat daerah berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Tujuannya adalah  penyusunan dokumen perencanaan strategis, di dalamnya memuat visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan penyusunan Renstra perangkat daerah Pemkab Butur bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kapasitas Kerja sama (PPKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Hal itu dikatakan Kepala PPKK Fisipol UGM, Bambang Purwoko dalam sambutannya.

 “Diklat ini adalah untuk meningkatkan pengetahun, keterampilan dan keahlian para staf dibidang  perencanaan di masing-masing OPD,” jelas Bambang, Jumat (11/6).

Dikatakannya, dalam penyusunan Renstra perangkat daerah usai mengikuti diklat ini, pihaknya berharap para peserta dari masing-masing perwakilan OPD dapat menghasilkan kualitas perencanaan strategis yang baik. Sehingga lanjut Bambang, dalam penyusunannya dapat menerjemahkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Butur Priode 2021-2026.

“Dalam konteks perencanaan strategis terkait dengan pemenuhan janji-janji pimpinan daerah terpilih, dalam menerjemahkan visi dari pimpinan menjadi program pembangunan yang muaranya  mensejahterakan rakyat. Sehingga harus dilakukan dengan cermat sesuai dengan kondisi sumber daya yang tersedia,” ujar Bambang.

Deputi Riset dan Publikasi Fisipol UGM, Dr. Gabriel Lele menambahkan penyusunan Resntra perangkat daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Sesuai dengan konsep negara kesatuan, apapun alasannya, substansi Renstra tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pembangunan nasional.

“Diklat dirancang dengan kelas yang interaktif dan menuntut keaktifan peserta. Secara langsung menyusun dokumen Renstra dengan didampingi para fasilitator yang berpengalaman, maka menyusun dokumen Renstra tersebut diselenggarakan dengan lancer, tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” tambah Gabriel.

para peserta terlihat antusius mengikuti diklat penyusunan Renstra perangkat daerah oleh tim pendamping. Foto: Ist.

Salah satu peserta dari staf perencanaan Dinas Kesehatan Butur,  Abidin  mengatakan ke syukurannya dirinya bisa mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan penyusunan Renstra perangkat daerah.  Sebab, dengan mengikuti kegiatan ini dirinya sebagai perencanaan di Dinkes Butur dapat mengetahui tahapan penyusunan secara rinci, untuk progaram kegiatan yang akan dilakukan 5 tahun ke depan.

“Dengan adanya kegiatan pelatihan penyusunan Renstra, semoga kami dapat mengatasi masalah-masalah yang ada di Kabupaten Butur, khususnya masalah kesehatan dalam penyusunan rencana strategis pembangunan berkelanjutan di Buton Utara,” tandasnya.

Penilis : Aan Ahmad/Nanang Sofyan

Pos terkait