Dua Kelurahan di Konkep Minim Anggaran, Kabag Pemerintahan: Tidak Dipotong Tetapi Ada yang Caplok Dananya

  • Whatsapp
Ilustrasi dana yang dicaplok. sumber: Int.

WAWONIINEWS.COM : KONKEP – Dua Kelurahan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) minim anggaran operasional tahun 2021. Dua Kelurahan itu adalah Kelurahan Ladianta Kecamatan Wawonii Timur Laut dan Kelurahan Sawaea Kecamatan Wawonii selatan.

Akibat minimnya anggaran tahun ini akan berdampak pada kegiatan pembangunan di kelurahan. Lurah Sawaea, Rasman mengungkapkan tahun ini, anggaran yang dikelolanya sangat miris bahkan untuk program pengadaan racun rumput pun sudah tak bias ia siapkan. Padahal masyarakatnya sangat mengharapkan untuk penyomprotan rumput di ruas jalan.

Dikatakannya, tahun ini dana kelurahan yang dikelolanya hanya Rp.215 juta. Itu pun sudah termasuk anggaran honor perangkatnya dan pengadaan alat tulis kantor kelurahan.

“Tahun ini kami hanya diberi anggaran Rp.215 juta, dikurangi honor perangkat kelurahan 17 orang selama satu tahun yaitu 207 juta. Sisahnya tinggal berapa saja,” terang Rasman saat disambangi beberapa waktu lalu. Rabu, 26 Mei 2021.

Dia (Rasman’red) berharap jangan ada pembedaan untuk mengalokasikan anggaran, sebab berapun anggaran yang digelontorkan di kelurahan akan dipergunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan masyakat itu sendiri. “Kalau anggaran minim kita bias buat apa,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun 2020 lalu, anggarannya di Kelurahan sawae senilai Rp.370 juta, dampaknya masyarakat ikut merasakan dengan anggaran itu karena program jalan, misalnya peningkatan (penimbunan) ruas jalan dan penerangan jalan di Kelurahan Sawaea.

“Dengan sisah total anggaran Rp.8 juta terjadi lagi pemotongan refocusing 12 persen sebesar Rp. 5 juta, jadi total anggaran tersisa Rp.3 juta, apa yang bisa kerjakan dengan total anggaran itu,” keluhnya.

Lanjut ia memaparkan, sebelumnya honor perangkat Kelurahan tahun 2020 untuk perorangnya hanya Rp.250-300 ribu. Tetapi dengan ada kesepakatan bahwa honor anggota Kelurahan disamakan dengan honor perangkat desa, maka dari itu tahun 2021 honor perangkat kelurahan naik sampai Rp.750 ribu sampai 1 juta rupiah.

“Bukan hanya Kelurahan Sawaea tapi Kelurahan Ladianta juga masuk dalam pemotongan anggaran, berbeda dengan Kelurahan Langara Laut masih mendapatkan sisa anggaran 75 juta sedangkan kelurahan Lampeapi masih mendapatkan sisa anggaran 100 juta,” sebutnya.

Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebelumnya pernah menyatakan penyaluran dana kelurahan sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda).

Pengaturan itu termaksud dalam Pasal 230 UU Pemda yang menyatakan pemerintah kabupaten/kota wajib mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan sarana dan prasarana lokal kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan  Pemda Konkep, Mahyun Halulanga, saat dikonfirmasi pada Selasa (15/6/2021) mengakui soal dua kelurahan tersebut yang minim anggarannya.

“Memang anggaran kelurahan turun melalui kecamatan dan menggunakan anggaran APBD Konkep tambah DAU. Saya sudah lakukan pemanggilan kedua Lurah itu, termaksud camatnya untuk sama-sama menujukkan rincian SOP kebutuhan dan kita pelajari DPA masing-masing Kelurahan,” kata Mahyun Halulanga pada media ini Selasa, (15/06/).

Mahyun juga mengakui, pada tahun lalu kelurahan mendapatkan anggaran tambahan melalui Dana Alokasi Khusus (DAU), namun tahun ini dana DAU sudah tidak ada untuk kelurahan.

“Saat ini saya tunggu informasih dari mereka (kedua lurah itu). Sebenarnya tidak ada pemotongan untuk anggaran refocusing,”tambahnya.

 “Tetapi ada yang caplok-caplok dananya saat penginputan anggaran kemarin, maka dari itu saya minta hasil dari pergesaran anggaran masing-masing kelurahan,” jelas Mahyun.

Penulis : Aan Ahmad/Nanang

Pos terkait