Kesepakatan Musdes, Warga Mata Baho Jual Mesin Listrik Desa

  • Whatsapp
Kesepakatan Musdes, Warga Mata Baho Jual Mesin Listrik Desa

WAWONIINEWS.COM, MATA BAHO – Mesin pembangkit listrik tenaga diesel di Desa Mata Baho bantuan pemerintah daerah tahun 2014 telah dijual. Berdasarkan kesepakatan bersama dalam musyawarah desa (Musdes) antara pemerintah dan warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Mata Baho Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anas Arhum, Selasa (6 Juli 2021), membenarkan hal itu. Dia menjelaskan, mesin tersebut sepakat dijual karena sudah tidak difungsikan lagi. Sebab perusahaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) telah masuk di desanya pada tahun 2019, sehingga otomatis mesin tersebut tak lagi difungsikan.

“Mesin bantuan dari Dinas Pertambangan tahun 2014 itu memang dijual, akan tetapi sesuai Musdes, uang dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk pembangunan atau rehabilitasi mesjid di Desa Mata Baho,” terangnya, Selasa (6/07/21).

Anas mengungkapkan, harga jual mesin tersebut sebesar Rp10 juta dan digunakan untuk membeli rangka dan atap mesjid. Dia juga mengatakan, ada pula kabel listrik bantuan yang diperuntukan rumah-rumah warga yang menyambung dari PLN.

Kesepakatan Musdes, Warga Mata Baho Jual Mesin Listrik Desa

“Untuk kabel ada dua gulung. Satu gulung kita sudah gunakan untuk menyambungkan ke rumah-rumah warga yang menyambung di PLN, sementara satu gulungnya masih ada sama Nasmin,” tambahnya.

Di tempat berbeda, masyarakat Desa Mata Baho, Lakaenda (50) mengakui bahwa mesin tersebut dijual sesuai hasil keputusan masyarakat melului Musdes.

“Memang awalnya itu mesin saya yang jaga pak selama tiga tahun, pak Nur Sinapoy yang memberikan pada kami di desa, tetapi kami tak mampu membelikan solar. Maka kami adakan rapat di Balai Desa dengan masyarakat untuk dijual lalu uangnya kami sepakat membeli rangka dan atap mesjid,” kata pria paruh baya itu.

Lakaenda juga menjelaskan mengenai bantuan kabel listrik, yang saat ini berada pada Nasmin sebanyak satu gulung, dan satu gulungnya lagi telah dibagikan ke masyarakat yang menyambung ke PLN.

“Kabelnya ada sama Nasmin yang melapor itu, sebagiannya itu dia memakai untuk pribadinya dan sisanya diberikan kepada warga yang akan menyambung ke PLN,” tutupnya.

Penulis : Aan Ahmad
Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait