Tim Reaksi Cepat BPBD Konkep Berlatih Mitigasi Bencana untuk Keselamatan Warga Wawonii

  • Whatsapp
Tim Reaksi Cepat BPBD Konkep Berlatih Mitigasi Bencana untuk Keselamatan Warga Wawonii

WAWONIINEWS.COM : LANGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra), menyelenggarakan pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama tiga hari, mulai Kamis (7/72021). Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Lamoluo Kecamatan Wawonii Barat, dengan mematuhi protokol kesehatan 3M.

Pelatihan diikuti TRC BPBD serta beberapa masyarakat Konkep. Materi pelatihan meliputi praktis logistik kedaruratan untuk dihari pertama, hari kedua sosialisasi kebencanaan bagi aparatur dan relawan, sedangkan hari ketiga pencegahaan dan mitigasi bencana. Menghadirkan narasumber Dedet Mustari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konkep, Cecep Trisnajayadi, membuka pelatihan. Dalam sambutannya menyampaikan, acara tersebut semestinya akan dibuka langsung Bupati H. Amrullah, akan tetapi Bupati sedang melakukan rapat mendadak, sehingga memintanya untuk menyampaikan sambutan.

Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) Konkep itu juga mengatakan, Kabupaten Konawe Kepulauan masuk dalam daerah teraman dalam berbagai bencana, bahkan indeks resiko bencana terendah tahun 2020. Oleh karena itu, kita sebisa mungkin menerapkan segala bantuan yang diperlukan dan pelatihan agar TRC dapat bergerak cepat jika suatu saat terjadi bencana.

“Akhir-akhir ini kita mendapatkan bencana non alam yaitu Covid-19. Maka dari itu, saya menghimbau agar selalu menerapkan protokol kesehatan, karena kita ketahui saat ini Konkep menurut info yang saya dengar ada tujuh yang terpapar virus Covid-19,” katanya.

Kepala BPBD Konkep H. Awaluddin, menjelaskan, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan skill sumber daya staff di BPBD Konkep, jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Peserta pelatihan akan diberikan teori dan praktik yang dikondisikan materinya sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten Konkep.

“Selain dasar-dasar kebencanaan peserta pelatihan juga akan diberikan pengenalan ancaman bahaya di wilayah pesisir dan bagaimana prosedur melakukan pertolongan. Yang harus ditau TRC adalah ujung tombak BPBD Konkep. Pelatihan ini juga dilakukan selama tiga hari dengan tema yang berbeda-beda,” jelasnya, Kamis (07/07/21).

Sementara itu, Dedet Mustari memaparkan tentang pengertian bencana. Dia bilang kejadian dan peristiwa dapat menyebabkan gangguan secara meluas terhadap kehidupan dan penghidupan manusia. Yang berdampak korban jiwa kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan.

“Bencana terbesar yang kita alami saat ini adalah virus corona, maka dari itu kita dari BPBD harus sebisa mungkin menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Lebih jauh Dedet menjelaskan perbedaan pekerjaan antara BPBD dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Karena dua badan ini memiliki fungsi yang sama tetapi pekerjaan yang berbeda.

“Untuk BPBD mencakup seluruh kebencanaan yang berada di lingkungan maupun di sekeliling kita, sadangkan untuk Basarnas mencakup pencarian dan pertolongan kepada korban yang tertimpa bencana,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Sapri mengatakan, pelatihan pertama dan kedua diadakan Gedung Serba Guna di Desa Lamoluo, sedangkan untuk hari ketiga peserta pelatihan akan dilakukan di luar ruangan.

“Kita lakukan pelatihan selama tiga hari, nanti di hari ketiga dengan tema pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana para TRC akan digiring keluar untuk dilakukan pelatihan secara langsung di lapangan atau lebih tepatnya di Pantai Kampa,” jelasnya.

Penulis : Aan Ahmad
Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait