Konkep Masuk Daftar Daerah yang Terapkan PPKM Level 3

  • Whatsapp
Ilustrasi

WAWONIINEWS.COM, LANGARA– Pemerintah pusat telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus 2021. Pelaksanaan PPKM tersebut terbagi menjadi beberapa level, level 1 hingga level 4.

Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 26 Tahun 2021, berdasarkan assesmen Kemenkes RI terdapat beberapa daerah yang masuk dalam daftar pemberlakuan PPKM level 3.

Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara adalah salah satu daerah yang masuk dalam daftar yang menerapkan PPKM level 3.
Bupati Konkep Amrullah mengerluarkan Surat edaran tentang PPKM yang berbasis mikro serta instruksi pengoptimalan posko
penanganan Corona Virus Desease pada masing-masing Desa dan Kelurahan, Rabu (28/07/2021).

Surat edaran tersebut terbit pada 27 Juli 2021 hal ini dikarenakan Konkep masuk dalam kategori zona kuning dengan lonjakan kasus positif yang signifikan. Maka diperlukan pembatasan kegiatan kemasyarakatan seperti kegiatan seni budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan
kerumunan ditutup sementara.

Untuk kegiatan rapat, seminar dan pertemuan di tempat umum yang dapat menimbulkan kerumunan dapat digantikan dengan pertemuan secara daring. Dan pembatasan kegiatan masyarakat ini, berlaku sampai dengan wilaya Kabupaten Konkep keluar dari zona kuning. Covid-19.

Berikut surat edaran Bupati Konkep terkait pembatasan dan pengetatan selama penerapan PPKM Mikro.

  1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sekolah (TK, SD dan SMP) dilaksanakan secara BDR ( Belajar Dari Rumah) dan tenaga pendidik tidak di perkenankan meninggalkan tempat
    bertugas selama PPKM ini berlangsung.
  2. Pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/perkantoran dikeluarkan 75% (tujuh puluh lima persen) work from home (wfh) dan 25% (dua puluh lima persen) work from office (wfo)
    dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
  3. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di temapat umum :
    a. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima,
    Lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka
    Dengan Prokes ketat, memakai masker, mencu
    ci tangan, hand sanitizer yang pengaturan
    teknisnya diatur oleh pemerintah daerah.
  4. Untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan ( kemasyarakatan) paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat.

Laporan : Yustrawan

Pos terkait