Pengelolaan Beasiswa Wawonii Cerdas Akan Diserahkan ke Lembaga, Agar Keberhasilan Pendidikan Terukur

  • Whatsapp
Safiudin Alibas

WAWONIINEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelontorkan dana APBD sebesar Rp6,4 miliar lebih untuk program Beasiswa Wawonii Cerdas (BWC).

Anggaran itu untuk menunjang peningkatan pendidikan generasi muda Wawonii, sesuai tagline Bupati dan Wakil Bupati Konkep, Ir. H. Amrullah, MT dan Andi Muh Lutfi, SE., MM yaitu “Menuju Wawonii Bangkit yang Berkembang, Kompetitif dan Tangguh”. Wawonii Cerdas adalah salah satu pilar untuk menuju Wawonii Bangkit itu.

Bacaan Lainnya

Pencairan BWC ini telah dilakukan sejak pekan ketiga Juli 2021 lalu. Sebanyak 1.198 mahasiswa telah terverifikasi untuk menerima bantuan tersebut. Diungkapkan Ketua Panita, Safiudin Alibas, saat ditemui diruang kerjanya ada 1.456 pendaftar BWC, namun yang terverifikasi hanya 1.198 orang.

“Untuk sementara atau tahap ini sebanyak 1.198, karena masih ada yang diperbaiki admistrasinya,” singkat Alibas.

Dia juga menjelaskan, ke depan pengelolaan beasiswa akan dilakukan secara profesional. Yakni kerjasama antar lembaga, atau pemberian beasiswa melalui institusi ke institusi, agar mahasiswa tidak bingung lagi soal pembayaran uang semester atau SPP yang terlambat.

“Susah untuk mengukurnya jika institusi ke person, kita tidak akan tahu kapan dia akan selesai kuliahnya. Ke depan kita bekerjasama antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan atau perguruan tinggi,” katanya.

Keuntungan dari kerjasama antara Pemda dengan perguruan tinggi, katanya, karena Pemda yang bertanggung jawab langsung atas pembayaran biaya pendidikan mahasiswa. Institusi Pemda adalah bupati ataupun jajarannya, yang bertanggungjawab terhadap universitas, rektor, direktur, ketua yayasan maupun jajarannya.

“Keberhasilan anak-anak mahasiswa kita mudah terukur, karena setiap semester dia akan menyampaikan ke kita dari mahasiswa yang dikerjasamakan. Misalnya 100 mahasiswa, sekian orang IPnya begini, yang lain juga IPnya begini. Sehingga kita ada potensi untuk memetakan yang 100 orang ini, mana yang berpotensi untuk melanjutkan S2. Dan ini bisa berkesinambungan roda pendidikan,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Alibas, Pemda bisa memetakan yang bisa direkrut untuk bekerja di lingkup Pemda sendiri. Apalagi telah menghasilkan tenaga-tenaga yang berkapabilitas, dengan demikian benefit pendidikan di Konkep lebih terukur.

“Kita bisa mengetahui keberhasilan anak-anak mahasiswa kita, sehingga kita tau mahasiswa ini sudah lulus di perguruan tinggi. Dengan demikian manfaat pemberian bantuan pendidikan lebih terukur. Ini yang akan kita lakukan ke depan, pengelolaan itu lebih profesional kemudian kerangka logisnya juga lebih terukur,” ucapnya.

Safiudin Alibas juga mengharapkan keluarga penerima bantuan BWC atau masyarakat umum, bersama-sama memahami adanya kondisi tertentu. Seperti kondisi aturan, kebijakan Fiskal ataupun kondisi anggaran daerah, sehingga daerah harus melakukan satu kebijakan di dalamnya.

“Yang pasti Wawonii Cerdas ini adalah salah satu pilar untuk Wawonii Bangkit. Karena disamping pemberian bantuan beasiswa juga, kita ingin mendorong bagimana guru-guru kita profesional. Wawonii Bangkit untuk mencerdaskan tidak hanya dari sisi pendidikan formal, tetapi bagimana dengan ahklak. Sehingga kita butuh ke depan kita membuat rumah-rumah santri, memanfaatkan mesjid di waktu sore, pengajian atau lebih tepatnya kita ingin ada gerakan ASN dan siswa bersedekah. Kita ingin latih ke sana sehingga kita bisa kembalikan roh Wawonii ini sebagai Pulau Religi,” harapnya.

Dari 1.198 mahasiswa penerima BWC se-Kabupaten Konawe Kepulauan itu, terbagi di tujuh kecamatan:

  1. Wawonii Barat sebanyak 258 orang
  2. Wawonii Utara sebanyak 167 orang
  3. Wawonii Timur sebanyak 151 orang
  4. Wawonii Timur Laut sebanyak 160 orang
  5. Wawonii Tengah sebanyak 114 orang
  6. Wawonii Selatan sebanyak 130 orang
  7. Wawonii Tenggara sebanyak 218 orang

Penulis : Aan Ahmad
Editor: Gugus Suryaman

Pos terkait