Kepala BPD Capem Wawonii Luruskan Pernyataan Ketua Panitia Pengelola BWC

  • Whatsapp
Bank Sultra

WAWONIINEWS.COM – Kepala Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra Cabang Pembantu (Capem) Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Ismail Fahmi, meluruskan pernyataan Ketua Panitia Pengelola Beasiswa Wawonii Cerdas (BWC) Safiudin Alibas.

Bagaimana tidak, dalam pernyataan Safiudin Alibas di media ini pada Senin 27 Juli 2021lalu, menyebut pencairan BWC tahap I tahun ini telat karena sistem di bank tidak melakukan transfer pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, dikarenakan satuan kerja (Satker) mengikuti sistem bank yang hanya beroperasi pada hari kerja.

Bacaan Lainnya

“Pernyataan panitia pengelola BWC sedikit keliru menyebut hari Jumat tidak melakukan transfer sehingga dikatakan telat pencairan beasiswa lantaran sistem kami di bank. Hari Jumat itu bank tetap buka dan tetap ada pelayanan karena masih jam kerja. Kecuali hari Sabtu dan Minggu karena hari libur,” kata Ismail Fahmi melalui via selulernya saat meluruskan pernyataan ketua panitia Safiudin Alibas. Jumat (30/7).

Sebagai Kepala BPD Capem Wawonii, Fahmi menyayangkan pernyataan tersebut, seharusnya sudah diketahui oleh pihak panitia perihal sistem operasional bank pada hari kerja waktu normal yaitu Senin-Jumat.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa tidak mengetahui berapa besaran jumlah masing-masing mahasiswa penerima BWC. Termasuk jumlah total mahasiswa yang penerima bantuan pendidikan Pemda Konkep.

“Yang menginput dananya ke masing-masing rekening penerima adalah pihak panitia atau Bagian Kesra Pemda Konkep. Bukan pihak bank yang menginput. Bahkan saya tidak tahu berapa nominal yang masuk ke rekening setiap mahasiswa, begitu juga jumlah total mahasiswa tidak ada,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Fahmi, jika pihaknya yang memasukan dana ke nomor rekening masing-masing mahasiswa penerima mesti ada surat perintah pencairan dana (SP2D) dari Badan Keuangan Daerah.

“Sekarang tidak ada SP2D karena panitia langsung yang masukan dananya ke nomor rekening masing-masing mahasiswa penerima beasiswa. Seperti halnya pencairan gaji PNS, kami bisa cairkan ke rekeningnya kecuali terbit SP2D baru bisa cair,” jelas Fahmi.

Saat ini, pihak BPD Capem Wawonii melayani mahasiswa penerima beasiswa yang rekeningnya mati, maka perlu di hidupkan kembali dengan menyiapkan saldo awal minimal Rp 100.000.

“Kami tidak hambat pencairan beasiswa. Namun ketika nomor rekening mahasiswa penerima bantuan mati kami sarankan Kesra dan panitia kumpul semua dan beraurat secara resmi di BPD untuk diaktifka kembali rekeningnya,” pungkasnya.

Penulis: Yustrawan

Editor: Nanang

Pos terkait