Yayasan Bina Insani Gelar Pelatihan PIRT di Desa Langara Tanjung Batu

  • Whatsapp
Foto bersama usai pelatihan PIRT di Desa Langara Tanjung Batu (Foto: Aan Ahmad)

WAWONIINEWS.COM : KONKEP – Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu nilai jual produk dalam usaha olahan pangan adalah dengan terdaftarnya produk usaha tersebut pada Dinas Kesehatan (Dinkes). Maka dari itu, yayasan Bina Insani Kendari mengelar pelatihan kepada kelompok usaha dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk Perjanjian Industri Rumah Tangga (P-IRT) selama tiga hari untuk tiga desa pilihan seperti Desa Desa Langara Tanjung Batu, Desa Kawa-kawali dan Desa Mata Baho, Kamis (26 Agustus 2021).

Hal tersebut di katakan menajer program La ode Susvito bahwa dalam pelatihan tersebut, pihak yayasan Bina Insani Kendari mempasilitasi agar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) paham dalam pengurusan dan mempunyai izin dari Balai atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bacaan Lainnya

“Banyak usaha UMKM yang tumbuh selama pandemi covid-19 yang beredar di masyarakat, tetapi mereka belum punya izin atau sertifikat industri rumah tangga atau bisa di sebut sertifikat SPP-IRT dan juga bermanfaat untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang jenis bahan makanan dan pembungkus mana paling pas untuk pangan olahan,” kata Susvito (26/8).

Susvito juga menjelaskan bahwa berdasarkan peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2018, tentang pedoman pemberian sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga atau izin PIRT diberikan oleh Bupati atau Wali Kota sebagai jaminan tertulis terhadap pangan produksi IRTP di wilayah kerjanya.

“Untuk sasaran kami adalah kelompok usaha Bumdes yang memiliki unit usaha pangan olahan dan kelompok usaha industri rumah tangga seperti warung, rumah makan, usaha UMKM seperti penjual kue-kue dan krupuk,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut yayasan Bina Insani mengundang pemateri dari Balai BPOM melalui via zoom, Dinas Kesehatan Konkep dan Dinas Perindagkop. Untuk balai BPOM membahas tentang zat kimia serta bakteri yang timbul di makanan serta bagaimana pencegahannya.

“Sebenarnya kami dari Bina Insani mengharapkan agar dinas Perindagkop dapat menghadiri tetapi setelah di konfirmasi tidak dapat menghadiri karena ada kegiatan lain yang harus di ikuti. Padahal sebenarnya kita berharap Perindagkop berperan, bagaimana menumbuhkan UMKM yang sementara lesu karena tidak tau mau ke mana dan bagaimana,” terangnya.

Lebih jauh Susvito juga menjelaskan prosedur mengurus sertifikat Produksi Industri Rumah Tangga (izin PIRT) karena PIRT adalah suatu izin untuk industri makanan dan minuman berskala rumahan. Umumnya PIRT disertakan dalam sebuah label di kemasan produk, yang berupa deretan nomor yang terdaftar pada Dinas Kesehatan.

“Untuk peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang menghadiri karena harus sesuai protokol kesehatan. Harapan kami pelaku UMKM paham tentang prosedur mengurus sertifikat PIRT dan bisa membedakan yang mempunyai sertifikat dan yang tidak memiliki sertifikat, dan mereka sudah disampaikan kepada pemateri dan kami juga dari yayasan Bina Insani dengan Pemda inginnya berkolaborasi. Artinya inikan kita satu visi yaitu bagaimana kita menggerakkan ekonomi UMKM dan Bumdes,” harapnya.

Ditempat yang sama Kepala Desa (Kades) Langara Tanjung Batu Janus Munandar, SE mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak yayasan Bina Insani, karena dengan di adakan pelatihan Perizinan Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) masyarakat yang mempunyai keinginan atau kegiatan membuka usaha UMKM dapat mengetahui produk yang bisa dipasarkan.

“Saya sangat berterima kasih sekali dengan di adakan PIRT ini, karena masyarakat yang mempunyai kegiatan atau usaha UMKM dalam memasarkan produknya sangat terbatas, tetapi dengan adanya kegiatan ini mereka bisa paham bagaimana prodak-prodak yang mereka buat bisa dipasarkan ditempat lain dengan kondisi terjamin, aman dan halal karena sudah memiliki sertifikat serta izin telah didapatkan,” kata Janus.

Lanjut Janus, dia juga menjelaskan bahwa para pelaku pengusaha UMKM tersebut akan melewati pelatihan atau penyuluhan terlebih dahulu sebelum mendapatkan Nomor izin PIRT dan diberikan kepada pelaku usaha dan bisnis UMKM olahan pangan Industri Rumah Tangga dari BPOM. Serta fungsi dan tujuan dari PIRT adalah sebagai jaminan bagi para konsumennya terkait produk yang ditawarkan oleh si pelaku industri.

“Pelatihan ini sangat bagus untuk usaha ekonomi masyarakat yang melaksanakan usaha UMKM dan untuk Desa Langara Tanjung Batu yang terdaftar sebanyak enam yang terbagi kelompok dan pribadi,” tandasnya.

Laporan : Aan Ahmad

Pos terkait